Senin, 31 Juli 2017

KETIKA SEMPROTAN AIR MENYELAMATKAN NYAWA MANUSIA DI TEROWONGAN MINA


Saya mencoba menshare pengalaman Ibadah Haji tahun 2014 lalu dan kali ini mengenai semprotan air. Semprotan air ini dengan kipas di atasnya akan membuat kita menjadi segar saat menghadapi udara panas saat menunaikan ibadah Haji di Makkah. Kalau di Madinah, kita tidak terlalu memerlukan Semprotan Air ini karena ibadah kita hanyalah ke Masjid Nabawi dan routenya Hotel ke Masjid Nabawi. Dan cuaca di Madinah dan di Makkah, bagi saya itu berbeda karena udara di Makkah lebih panas dari udara di Madinah. 

Kenapa kita memerlukan semprotan air ini, semprotan air ini diperlukan saat kita melaknakan beberapa rukun dan wajib haji dimana semprotan air ini sangat di perlukan pada saat kita berada di Mina, berjalan kaki dari Tenda Mina menuju ke tempat melempar jumroh, dalam terowongan Mina, saat di Muzdalifah, saat wukuf di Arafah, saat tawaf dan sa'i ataupun dimana saja bahkan teman saya ada yang pakai di hotel atau saat di Bus. Jadi Semprotan air ini diperlukan bagi anda yang tidak tahan panas. 

Jangan dianggap enteng efek panas yang ada di Makkah karena ada beberapa jemaah yang akhirnya pingsan akibat kelelahan dan dehidrasi bahkan bisa menyebabkan Heat Stroke. 

Harganya tidak terlalu mahal, mungkin sekitar 60 ribu rupiah, dan dulu saya beli ini di Toko Bin Dawood, semua toko Bin Dawood ada menjual semprotan air ini. Ada kipasnya, dan air dimasukkan ke bagian bawah semprotan air tersebut. Airnya di isi saja air Zam-Zam dan sediakan botol khusus untuk menampung air zam-zam sehingga jika air pada semprotan bisa ditambah lagi. Ada bateree yang dipasang untuk menjalankan kipasnya. nanti air keluar pada saat kita menekan tombol yang berwarna abu-abu seperti pada gambar.  Semprotan air ini sangat-sangat bermanfaat buat anda yang melakukan Ibadah haji pada umumnya.

Photo disamping ini adalah tangan saya yang diphoto oleh salah satu jemaah kami. Dimana waktu itu saya sedang menyemprotkan air ke semua rekan-rekan jemaah haji kami agar mereka dapat diberikan kesegaran saat melakukan tawaf kala itu. Karena tawaf itu berdesak-desakan dan menguras tenaga.
photo diambil dari koleksi Ibu Astri Nugraha

Saya selalu membawa Air Minum dalam botol dan juga Semprotan air ini kemanapun saya pergi selama di Makkah, dan biasanya saya gunakan pada saat kondisi ramai dan berjalan kaki. Kebanyakan digunakan di Terowongan Mina dan sewaktu Tawaf, karena untuk waktu-waktu lainnya jemaah haji kami sudah punya masing-masing dan cuma heran saja kenapa mereka tidak membawa semprotan air tersebut ketika melewati terowongan Mina.

Ketika saya semprot ke muka saya dan ke tangan saya, saya merasa segar dan kadang jemaah kami minta saya menyemprotkan air ke muka mereka dan juga tak kala jemaah haji dari negara lain pun meminta saya menyemprotkan air ke mukanya. Dan sungguh-sungguh sangat bermanfaat sekali memiliki semprotan air ini. Dan saya Insha Allah dapat pahala dengan menyemprotkan air ke mereka.

Kejadian di terowongan Mina itu sungguh-sungguh panas sekali manalagi jaraknya cukup jauh menuju ke tempat melempar jumroh, sehingga banyak yang kepanasan dan dehidrasi seperti yang dialami oleh seorang bapak orang Indonesia yang waktu di terowongan Mina, saya lihat tengah dikerubungi orang dimana bapak itu terduduk lemas dan walau sudah dikasih air minum masih saja lemas dan tak mampu melanjutkan perjalanan. Akhirnya saya semprotkan saja air zamzam dari semprotan air ke muka Bapak itu berkali-kali dan berdo'a agar Bapak tersebut bisa segar kembali. Tapi tindakan saya waktu itu seolah-oleh mendapat hambatan dari seorang ibu yang ada di sana. karena dia melarang saya menyemprotkan air ke muka bapak itu. Tapi saya cuek dan tetap menyemprotkan air tersebut ke muka bapak itu. Dan dirasa sudah banyak air yang saya semprotkan , akhirnya saya melanjukan perjalanan untuk melempar jumroh. 

Setelah itu, Saya dengar dari pembimbing haji kami bahwa bapak itu hampir mati karena sudah lemas. jadi pembimbing haji kami memijat-mijat bapak itu agar bapak itu segera pulih kembali dan Alhamdulillah katanya sudah pulih. 

Tidak hanya itu saja, ada juga seorang ibu-ibu warga berwajah India tapi saya tidak tahu persis dari negara mana, ditandu oleh beberapa orang dan dalam keadaan lemas, langsung saja saya semprotkan air zam-zam ke mukanya berulang-ulang dengan harapan semoga ibu itu lekas sadar. 

Semprotan air dijual di Canberra Australia dengan harga  AUD $5
Sedikit Catatan di Terowongan Mina :
Di Terowongan Mina, walaupun sudah dipasang kipas tapi tidak ada airnya, sedangkan para jemaah haji memerlukan air untuk mengadapi dehidrasi atau panas akibat berada di terowongan dengan jumlah jemaah yang ramai seperti itu. Mudah-mudahan saat ini kipas dengan disambungkan ke air sudah dipasang di terowongan Mina. Kalau hanya kipas saja tidaklah cukup. 

Banyak kejadian orang kena dehidrasi di dalam terowongan Mina sehingga mereka lemas dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. Walaupun sudah dipasang eskalor berjalan tapi kapasitasnya tidak mampu menampung orang segitu banyaknya. Air tetap saja di perlukan di dalam terowongan itu. Dan selama melewati terowongan tidak ada dijumpai tempat air minum. Walaupun ada tempat-tempat istirahatnya.

Banyak jemaah haji termasuk dari Indonesia, itu tidak pernah membawa air minum saat berjalan melewati terowongan Mina karena mungkin saja mereka bingung mau diletakkan dimana air minumnya. karena mereka tidak mempunyai tas yang agak besar untuk air minum. Makanya saya selalu membawa tas yang sedikit besar untuk menampung botol minuman yang banyak agar bisa dibagi-bagi ke jemaah Indonesia. Kebetulan persediaan air minum di Group Haji kami tidak terbatas.

Dan yang ngeri nya lagi banyak jemaah haji yang sudah tua pun tidak membawa air minum. Dan itu cukup membahayakan nyawa mereka. Tapi mungkin kadang ada beberapa jemaah yang ingin meninggal di Makkah dan Madinah agar mendapatkan Surga di Akhirat tapi tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri. 

Mudah-mudahan kipas yang besar dan mengalirkan air bisa dipasang di dalam terowongan Mina dan bahkan diperbanyak demi menyelamakan nyawa manusia, karena tidak semua jemaah haji yang berada di terowongan Mina ingin meninggal di sana.

Semoga kisah diatas bisa menjadi salah satu referensi buat anda yang tengah menunaikan Ibadah Haji. Jangan lupa bawa semprotan seperti yang saya share diatas karena saya ingin anda semua selamat selama menunaikan ibadah haji dan mendapat Haji Mabrur serta bisa kembali ke Indonesia dengan selamat untuk berjumpa kembali dengan keluarga, anak, suami, istri ataupun saudara-saudara lainnya.





MENANTI DHUHA DI HIJIR ISMAIL 3



Abu Dhabi Airport


 Setelah menikmati perjalanan dari Jakarta ke Abu Dhabi dengan menggunakan pesawat, (maaf saya lupa berapa lama waktu tempuhnya…red), tibalah kami di bandara di Abu Dhabi. Dan kami harus menunggu sekitar 4-5 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah. Bandara di Abu Dhabi ini adalah bandara yang bagus dan ramai. Tentunya menjadikan saya berkeinginan untuk bekerja di Abu Dhabi. Selama menunggu jadwa berangkat berikutnya, banyak jemaah-jemaah yang tidur, ada yang ngobrol dan ada yang jalan-jalan. Saya pun jalan-jalan di sekitar ruang transit sambil mencari-cari tempat jual makanan. Karena itu waktu hampir jam 2 pagi, kawatir saya bakal masuk angin makanya saya mencari tempat makan dan saya pun mengajak istri saya tapi dia menolak dengan alasan masih kenyang. Akhirnya saya mencari makan sendiri tapi sebelumnya saya menukar mata uang Australia ke Mata Uang UEA.

Saya makan sekitar jam 2 pagi dan saya memesan makanan di MCDonald dengan minumannya Pepsi Cola. Saya menyantapnya sampai habis dan mungkin Cuma saya yang dari jemaah Raudoh makan di sana karena sebagian sudah pada tidur di kursi-kursi ruang transit. Selesai makan di MCDonald dan sekitar kurang lebih satu jam, perut saya merasa tidak enak dan saya akhirnya ke toilet untuk buang air besar dan mencret. Semua isi perut saya dikuras saat itu. Dan setelah saya keluar dari toilet Bandara, masuk lagi karena process pembuangan kotoran dan rasa sakit perut saya belum berakhir juga. Setelah dua atau tiga kali buang air besar, saya menjumpai istri saya untuk minta obat sakit perut. Tapi tentunya yang diterima bukan obat tapi teguran karena tidak menuruti apa yang dikatakan istriku. Tapi untungnya pesawat masih lama berangkat sehingga saya bisa duduk-duduk dahulu menghilangkan rasa sakit perut saya itu. Akhirnya saya merasa kapok untuk meminum Pepsi Cola di pagi hari atau karena sebelumnya saya makan TomYam saat di Jakarta sehingga terjadi kontaminasi antara Cola dengan Tom Yam. Tapi entahlah mana yang benar yang penting saat itu saya tengah menahan rasa sakit perut walaupun sudah diberi minyak angin atau balsam di atas perut saya.

Terus terang saya tidak pernah ada masalah perut saat minum Pepsi Cola karena memang saya sangat suka dengan minuman tersebut apalagi kalau capek berat, yach minumnya Coca Cola. Tapi entah kenapa pas di Abu Dhabi, jadi seperti ini, selah-olah perutku menolak minuman bersoda tersebut.

Saya hanya bisa mengucapkan itiqfar berulang-ulang dan memohon ampun kepada Allah atas kekhilafan yang kuperbuat bilamana aku melakukan kesalahan-kesalahan atas perbuatanku itu dan aku jadi takut meminum minuman bersoda seperti Pepsi Cola. Saya pun hanya bisa meratapi nasib karena kebodohanku akhirnya aku kena sakit perut padahal ini masih awal perjalanan melaksanakan ibadah Haji. Aku pun merasa mungkin aku banyak berdosa sehingga aku diuji dulu oleh Allah. Dan waktu itu aku berharap agar aku bisa segera sembuh dari sakit perut sehingga aku bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik dan lancar. Untunglah walaupun dalam kondisi sakit perut, tapi tidak menghantarkanku untuk kembali ke Toilet.

Akhirnya ketua rombongan kami, Pak Berry meminta kami berkumpul kembali untuk segera masuk ke ruang tunggu pesawat. Tapi itulah saya pikir ruang tunggu pesawat itu hanya berjarak sekitar 100 meter saja tapi tak tahunya jaraknya lebih dari 1 kilometer dari tempat kami menunggu. Dan terpaksalah kami berlari-lari kecil ataupun berjalan dengan cepat agar segera tiba di ruang tunggu tersebut. Tak ayal, kami memerlukan waktu sekitar 20 menit dan untunglah tidak ada satupun jamaah haji yang terpisah dari rombongan

Kami berangkat Haji melalui Agent Perjalanan Haji di Australia yang bernama Raudoh Hajj. Waktu itu ongkos biaya perjalanan haji sekitar AUD$ 8.9000 /orang. Dan Jemaah Haji yang diberangkatkan Agent Haji ini berjumlah 80 orang dan rata-rata yang ikut haji itu orang Indonesia yang tinggal di Australia dimana ada Jemaah Haji dari Perth, Adelaide, Brisbane, Darwin, Melbourne, Sydney dan Canberra. Jemaah Haji Raudoh yang terbanyak berasal dari Sydney. Kalau kami dari Canberra berjumlah 8 orang saja.  Tapi jumlah kami saat itu yang berangkat adalah sekitar 75 orang karena yang 5 orang lagi masih tertahan di Australia
 
Walau perut terasa sakit, tetap saja saya berzikir agar rasa sakit perut saya itu segera hilang. Kadang aku beranggapan bahwa Allah sengaja mensucikan perut saya dari makanan dan minuman haram sebelum masuk ke tana suci Makkah dan Madinah. Tapi hanya Allah lah yang tahu kejadian sebenarnya saat itu.   
  
Setelah kami tiba di areal ruang tunggu untuk keberangkatan ke Madinah, Tak lama kemudian pengumuman boarding naik ke pesawat, Dan kami pun bergerak untuk naik ke Pesawat. Saya lupa berapa lama kami berada dalam pesawat karena waktu itu daya ingat saya sudah berkurang karena akibat menahan rasa sakit perut. Anggap saja perjalanannya sekitar 1 jam dan kami pun tetap menggunakan pesawat Itihaj Airlines.

Note : 
saat berada di Makkah pun saya mencoba minum cola tapi saat meminum satu teguk ada terasa bunyi di dalam perutku dan akhirnya saya memutuskan tidak minum cola selama menunaikan ibadah haji. Mungkin perut saya tidak cocok dengan minuman bersoda saat Haji karena biasanya saya minum coca cola sebelum saya berangkat haji. Karena Coca Cola bikin badan jadi punya energi. (itu coca cola Australia bukan coca cola Indonesia..red)

Minggu, 23 April 2017

YOU ARE GOOD MAN (CERITA BERMALAM DI MUZDALIFAH)

Assalammualaikum Wr. Wb,

Penulis akan menceritakan suatu pengalaman dari menjalankan ibadah Haji tahun 2014 dimana penulis berjumpa dengan orang dari Amerika Serikat yang mengatakan bahwa penulis itu adalah orang baik "You are good man" sewaktu penulis bermalam di Muzdalifah. Maaf penulis tidak bermaksud Riya atau bagaimana, tapi disini penulis ingin berbagi cerita untuk mencari kebaikan dan pahala Allah, Karena apa pun yang kita perbuat baik di dunia di ketahui oleh orang lain dan juga Allah.

Waktu penulis menunaikan ibadah haji adalah penulis punya niatan disamping menyambut panggilan Allah, menjaga muhrim istri dan juga punya niatan berbuat baik kepada orang lain selama di kota suci Makkah dan Madinah. Tapi bukan berarti penulis tidak pernah berbuat baik selama menjalani kehidupan. Tapi penulis tidak mau cerita bagaimana penulis berbuat baik selama hidup tapi intinya perbanyak bersedekah dan menyantuni anak yatim.

Anggap saja seperti cerita sebelumnya dimana penulis membantu seorang kakek masuk ke Hijir Ismail , penulis anggap salah satu carai berbuat baik kepada sesama manusia. 

Singkat cerita, waktu itu setelah jemaah haji berdiam di Arafah dan setelah matahari terbenam kami pun beranjak menuju ke Muzdalifah, untuk bermalam di sana. Dan sesampainya di Muzdalifah, kami pun berdiam dan duduk di lokasi dekat Toilet Umum. Dan tentunya banyak orang yang berlalu lalang di sana.

Kami waktu itu dibekali hanya mie istant (Pop Mie) sehingga setibanya kami di Muzdalifah, kami membeli Air Panas dengan Harga 1 Real untuk memasak mie instant tersebut dan juga minum teh yang tidak pahit. Jadi makan malam sewaktu di Muzdalifah adalah makan mie istant yang dikemas dalam pop mie. Memang tidak mudah mencari makanan di areal Muzdalifah. Yang hanya adalah tanah lapang dan toilet umum serta manusia.

Kami berencana menghabiskan 2/3 malam di sana. Setelah sampai di sana, kami pun berwudhu dan melaksanakan sholat Maghrib dan Isya dijamak dan berjamaah. Setelah itu kami pun tidur dan berusaha untuk tidur. Udara pada waktu itu panas karena mungkin banyak orang disekitar sana tapi mungkin terasa dingin dari hawa yang keluar dari Toilet Umum yang berada di dekat kami.

Seperti sebelumnya, penulis mempunyai kebiasaan jelek yaitu suka terbangun di malam hari, jadi mungkin pada waktu itu penulis terbangun pukul 12 malam dan penulis pun duduk dan melihat di sekitar, dimana masih banyak saja orang berlalu lalang di sekitar kami dan memang karena kami tidur di dekat toilet umum dimana banyak orang yang mau mandi, buang air kecil maupun besar. Dan termasuk saya juga.

photo diambil dari atas Toilet Umum
Ketika terbangun , penulis mempunyai planning untuk ke toilet dan setelah itu mencari batu untuk melempar jumroh baik untuk diri sendiri maupun untuk istri saya. Sebelum ke toilet penulis membaca surah Yasin terlebih dahulu untuk memanfaatkan waktu berada disana, melaksanakan sholat tahajjud dan witir dan akhirnya membuat hajat besar maupun kecil di toilet umum di dekat kami tidur.

Saat penulis melangkah ke toilet umum, terlihat pimpinan rombongan haji tidur di tempat dimana orang berlalu lalang dan herannya beliau bisa tidur padahal tentunya banyak dilangkahi orang saat orang berjalan.

Setelah kembali dari Toilet Umum dan melangkah ke pinggiran Toilet umum tersebut, penulis melihat banyak sekali bebatuan yang ada disekitarnya. Tapi sebelumnya penulis sudah survey sebelum tidur dan mungkin membantu orang mencari batu-batu tersebut tapi kebiasaan jelek penulis adalah suka menunda-nunda pekerjaan.

Akhirnya penulis jongkok dan sibuk mencari-cari batu-batu untuk melempar jumroh. Ketika penulis memilih batu-batu yang ada di halaman sekitar toilet umum , Tiba-tiba. ada seorang gadis dari Afrika karena badannya rada hitam dan duduk jongkok di sebelah saya dan sibuk juga mencari batu-batuan.
Dan akhirnya dia mengajak ngobrol penulis dan bertanya dalam bahasa English (tapi dalam cerita ini penulis akan mentranslate ke dalam bahasa Indonesia...red)

"Assalammualaikum," sapanya

Jemaah Haji tidur berdiam 2/3 malam di Muzdalifah
"Waalaikum salam," Jawab saya, sebenarnya penulis berharap ada wanita cantik dan putih disebelah penulis yang mencari batu tapi walaupun hitam tapi nampaknya cantik. karena penulis lihat wajahnya masih muda. dan pada waktu itu nampaknya dia berdua dengan temannya atau mamaknya. karena yang satunya terlihat lebih tua dari dia.

"Tahukah kami sebesar apa batu yang perlu kita siapkan untuk melempar jumroh", tanya dia lagi

"Ada baiknya batu-batunya tidak perlu besar-besar dan cukup ukuran seperti ini "jawab saya menunjukkan batu-batu yang saya telah pilih.

"Lagian sebenarnya yang kita lempar itu adalah sifat jelek kita atau diri kita atau setan yang ada didiri kita atau hawa nafsu kita (pilih saja mana yang baik menurut pembaca...red) . Tiang itu cerminan dari setan yang ada diri kita." jawab menjelaskannya kembali. Saya dengar cerita dari Ustaz mengenai Melempar Jumroh sehingga saya bisa cerita ke cewek itu.

"Lagipun tempat lempar jumrohnya lebar dan luar, sehingga dengan batu kecil seperti ini akan sampai mengenai tiang simbol setan tersebut", jawab saya lagi.

"Oh oke saya mengerti dan jadi batu sebesar ini boleh", katanya lagi

"Ya boleh saja, jadi seperti itu dan disini banyak ", jawab saya.

Setelah itu dia mengucapkan terima kasih dan sama-sama mencari batu dan entah kenapa setelah itu tidak ada percakapan lagi dan nampaknya dia asyik mencari batu dengan temannya .

Setelah saya selesai mencari batu untuk melempar Jumroh dan saya rasa cukup untuk istri dan saya, akhirnya saya berdiri sambil menoleh ke kiri dan ke kanan. Dan tiba-tiba saya disapa orang lagi.

"You are good man", sapa dia sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

Tidur dengan rapi dan ikhlas mengharap ridho Allah
"Thanks ", jawab saya salah tingkah karena tidak menyangka akan ada orang yang menyapa saya. Saya pun tidak tahu darimana dia tahu saya orang baik (hehehehe) , apakah dia selama ini memperhatikan saya dimana saya berada atau sesaat dimana kala itu membantu wanita Afrika mencari batu-batuan.

Perawakannya kurus proporsi dan tingginya lebih sedikit dari saya  (tinggi saya 176 cm) dan berjanggut , berambut gondrong dan memakai baju ihram.

Untuk menghilangkan kebisuan sesaat dan juga rasa GR yang berlebihan karena dibilang "Orang Baik" maka saya pun bertanya

"Kamu dari mana? "

Dan dia menjawab kalau dia dari kota kecil di Amerika Serikat, dan dia menyebutkan nama kotanya tapi saya lupa pastinya nama kotanya. Mungkin saja Memphis dan dia menyebut semua komunitas kecil di Memphis. Dan namanya pun lupa. Dan saya lupa berphoto bersama dia waktu itu.

Saya bilang saya dari Indonesia tapi mengambil haji dari Australia karena saya tinggal di Canberra.

Setelah itu kami berdua pamitan karena dia mau melanjutkan perjalanannya, mungkin saja mencari rombongannya karena waktu itu dia hanya melintas melewati rombongan jemaah haji kami yang tidur di sebelah toilet. Dan saya pun kembali ke rombongan dan duduk kembali ke tikar saya dan kembali untuk tidur.

Terus terang saya tidak tahu siapa laki-laki itu dan waktu itu saya anggap hal yang biasa karena saya biasa di tegur dan di sapa orang saat menjalankan ibadah Haji. Yang herannya kok dia tiba bilang saya ini orang baik dan dari mana dia tahu atau apakah dia lihat kebaikan saya , padahal jamaah haji yang berada di tanah suci itu lebih dari dua juta orang. Dan saya pun tidak pernah melihat orang itu dan juga untuk Amerika Serikat tidak satu tenda di Mina.

Saya sempat beranggapan bahwa itu adalah Nabi Khidir tapi setelah saya baca-baca dan bertanya ke orang yang ngerti agama dalah bahwa Nabi Khidir sudah wafat.

Hikmah dari cerita ini adalah kita tidak tahu apakah ada yang memperhatikan pada saat kita berbuat baik dengan sesama mahluk hidup, kita tidak tahu apakah ada yang mencatat kebaikan kita tapi kita hanya menjalankan dan melaksanakan sikap berbuat baik hanya karena ingin berbakti kepada Allah dan mendapat ridho dari Allah.

Penulis bukan orang baik karena masih banyak orang yang tak suka dengan penulis tapi penulis selalu berniat untuk membantu orang lain dan mencari kebaikan semata-mata karena Allah.

Lelaki itu saya tidak tahu siapa dan kenapa dia bisa bilang " You are Good Man" dan menyodorkan tanggannya kepada penulis untuk bersalaman

Semoga kita semua terhindar dari sifat-sifat sombong

Wasaalam

23 April 2017








MAAF ISTRIKU, AKU TIDAK BISA MENGAJAKMU KE HIJIR ISMAIL

Assalammualaikum,

Dibawa ini adalah cerita lainnya ketika sedang berada di Hijir Ismail saat menjalankan ibadah Haji tahun 2014 yang lalu. Berikut kisah yang terjadi dan ini adalah copy paste dari blog saya yang lainnya.

Ada sedikit rasa bersalah kepada istriku saat aku menceritakan kesan-kesanku pada saat naik haji beberapa bulan yang lalu dihadapan teman-teman pengajian dimana aku berkumpul untuk menambah rasa keimananku kepada Allah.
Aku ceritakan bahwa aku setiap hari masuk ke dalam hijir ismail baik itu di kala pagi, siang ataupun malam Anggaplah aku merasa bangga karena setiap keinginanku untuk masuk ke dalam Hijir Ismail, dikabulkan oleh Allah. Apalagi aku sempat memandu orang tua asal Jawa Tengah Untuk masuk ke dalam Hijir Ismail.


Ramainya Jemaah Haji yang memadati Hijir Ismail



Jemaah Haji Indonesia sedang Sholat Sunnah
Aku baru sadar bahwa rasa ketidak sukaan istriku dikarenakan aku pergi sendirian tanpa mengajak dia ke Hijir Ismail. Tapi aku punya alasan tersendiri kenapa aku tidak bisa mengajak istriku ke dalam Hijir Ismail untuk sholat sunnah ataupun berdoa kepada Allah. Alasannya bahwa Aku Tidak Bisa Menjaga Muhrimku saat aku berusaha masuk dan bertahan di dalam Hijir Ismail. Karena masuk ke dalam Hijir Ismail di musim haji ini, ibarat masuk ke dalam suatu tempat yang sempit dan belum bisa dipastikan kapan bisa keluar dari tempat itu kecuali berdoa kepada Allah. Juga saat memasuki Hijir Ismail pun tergantung kata hatiku, kalau kata hatiku bilang "Kita bisa masuk sekarang" maka aku masuk dan bila tidak boleh masuk, tidak ada celetukan di dalam hatiku.

Aku setiap mau masuk ke dalam Hijir Ismail, pertama yang kulakukan adalah membaca Al Qur'an minimal 1 juz. Ya Aku membaca Al Qur'an 1 juz, dengan harapan Allah memberiku kekuatan untuk bisa masuk ke dalam Hijir Ismail. Dan juga perasaan saya apabila saya telah membaca Al Qur'an , badanku terasa kuat dan perasaan seluruh badanku baik tangan, kaki, hati maupun pikiranku, Ikhlas membawaku ke dalam Hijir Ismail. Mungkin itulah terapi yang kulakukan agar aku bisa menembus masuk ke dalam Hijir Ismail di Kala Musim Haji.

Jadi saya memang sengaja tidak mengajak istri saya ke dalam Hijir Ismail, dengan beberapa alasan, yaitu : (Coba lihat dalam gambar di atas..red)


1. Aku terus terang tidak akan bisa menjaga Muhrim Istiku saat ingin masuk dan keluar, dikarenakan pintu masuknya cuma satu dan hanya berukuran sekitar 4-5 meter saja.Dan tentunya berhimpit-himpitan dan tentunya pelecehan seksual akan terjadi di sana baik sengaja atau tidak sengaja.


2. Kalau dilihat pada gambar, berapa persenkah wanita berada di dalam Hijir Ismail? Tentunya tidak sebesar persentase pria. Jadi wanita bisa menjadi obyek pelecehan seksual kan?


3. Aku saja kadang tidak bisa menjaga diriku atau barang yang kubawa saat berada di dalam sana, karena aku harus mengikuti arus manusia yang mau masuk ataupun mau keluar. Dan mungkin saja Hp saya hilang saat saya mengajak orang tua untuk masuk ke dalam sana. Sehingga aku lalai dengan barang-barang yang kubawa, Alapagi bila aku harus menjaga istriku saat berada di sana.

4, Aku juga secara tidak sengaja melakukan pelecehan seksual ketika tanganku menyentuh dada seorang wanita karena saat itu aku sedang melindungi orang lain yang sedang sholat sunnah dan wanita itu mendapat dorongan dari belakang dan akhirnya mengenai tanganku, Aku pun terkejut dan meminta maaf serta berusaha melepaskan tangan dari himpitan dadanya walau akhirnya laki-laki yang kulindungi saat sholat terganggu karena aku melepaskan perlindunganku.


5. Orang2 di dalam sana, kebanyakan sudah banyak dimiliki oleh setan sehingga tidak ada lagi rasa pengertian dan rasa sabar dan santun karena semua punya keinginan yang sama untuk beribadah kepada Allah. Tapi tentunya Allah memikirkan ibadah mereka yang menzalimi orang lain saat beribadah kepada Allah di dalam Hijir Ismail.


Dan lagi saat saya berada di dalam sana, ada seorang ibu-ibu kerasukan setan, karena mukanya menunjukkan rasa marah dan memukul-mukul seorang laki-laki yang tengah berdoa sambil memegang dinding Kabah. Mungkin sekitar 5-6 kali atau lebih, ibu itu tanpa sadar memukul. Akhirnya akhirnya saya bisa bilang ke Ibu itu,"Bu! jangan kayak begitu, Ini rumah Allah, harusnya ibu berbuat baik. Macam mana ibu mau haji kayak begini...!! Dan akhirnya teman ibu itu menyadarkan dia dan berusaha memegang tangannya agar tidak memukul lelaki itu.


6. Untuk sholat sunnah dan berdoa saja susah dan harus pandai-pandai berbuat baik kepada orang lain, agar pada saat kita sholat sunnah, kita tidak diinjak-injak orang pada saat sujud. Maksudnya kita berusaha menjaga orang lain saat dia sholat dan saat berdoa. Sering kali saya mengingatkan orang yang sujudnya berlama-lama, agar tidak berlama-lama saat sujud dan saat sholat, karena resiko diinjak-injak orang, bisa saja terjadi. Malah ada sekelompok orang yang sholat di dekat pintu masuk Hijir Ismail.

Jadi kesimpulan dari cerita di atas bahwa Aku tidak mengajak istriku ke dalam Hijir Ismail saat musim haji dikarenakan Aku tidak bisa menjaga muhrimnya, orang-orang di dalam sana sudah dirasuki oleh setan karena tidak sabar, punya emosi tinggi dan kadang berantem satu sama lain untuk mendapatkan posisi yang pas untuk sholat, terjadi pelecehan seksual baik sengaja maupun tidak sengaja dan tidak aman bagi seorang wanita berada di dalam sana saat musim Haji.

Insya Allah, bila umurku panjang, punya rejeki dan uang yang melimpah dan aku masih bersama istriku dalam rumah tangga, aku akan mengajak istriku dan anak-anakku dalam Hijir Ismail saat Umroh, karena Insya Allah aku bisa menjaga mereka saat masuk, keluar dan berada di dalam Hijir Ismail.

Insya Allah, istriku bisa mengerti alasan-alasan tersebut diatas..Dan bisa memaafkan kesalahanku untuk tidak membawa dia ke dalam Hijir Ismail di waktu musim Haji.

Canberra, 30 November 2014.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

Note :
Saat Kami melakukan Haji Wada, saya tidak melihat lagi orang bertebaran di dalam Hijir Ismail. Dan saya mendapat alasan bahwa tidak aman bila Hijir Ismail di buka saat kondisi jemaah Haji yang membeludak seperti itu. Karena memasuki Rumah Allah, kita harus sabar dan ikhlas bila ingin mendapat senyuman yang terindah dari Malaikat penjaga Hijir Ismail.    


 cerita ini pernah dibuat di blog saya yang lain.
   https://pujanggapiping.blogspot.co.id/2014/11/kenapa-aku-tidak-mengajak-istriku-ke.html                     

Sabtu, 22 April 2017

MARI SAYA AJAK KAKEK KE HIJIR ISMAIL?

Assalammualaikum Wr. Wb,

Penulis akan bercerita kembali pengalaman penulis saat menunaikan Ibadah Haji tahun 2014 lalu. Dan salah satu cerita saya adalah ketika saya Alhamdulillah bisa membawa seorang kakek dari Jawa Tengah masuk ke dalam Hijir Ismail. 

Sekali lagi ada bisikan di hati saya untuk membawa Kakek tersebut ke dalam Hijir Ismail.

Sore itu, penulis datang ke Masjidil Haram untuk menunakai sholat Asyar dan Sambil menunggu sholat Maghrib  dan biasanya penulis duduk di lantai pertama yang menghadap ke Ka'bah. Dan lokasi tersebut menurut penulis nyaman sehingga penulis betah berlama-lama di dalam Masjidil Haram. Penulis pun asyik membaca surah-surah dalam Al Qur'an karena penulis berusaha untuk mengkatamkan bacaan Al Qur'an selama menjalankan Ibadah Haji . (Tapi belum Katam juga..red)

Ketika penulis duduk bersila sambil membaca Al Qur'an di Hp, penulis lihat ada seorang kakek yan berwajah orang Indonesia dan Keturunan Jawa. Dan penulis lihat kakek itu hanya diam dan bengong-bengong saja. Akhirnya penulis menyapa kakek itu.

"Dari Indonesia, Pak?" sama penulis.

"Iya, Pak," jawabnya lagi.

"Sendiri saja Pak dan istri tak ikutan" ? tanya saya lagi.

" Ya Pak, Istri saya sudah mennggal", jawabnya lagi..

"Innalillahi wainnalillahi rojiun, Maaf Pak,"Jawab saya 

"Asal dari mana, dan sama siapa kesini, Pak "tanya dia lagi

"Saya Indonesia tapi Haji kami dari Australia, Jawab saya 

Sebenarnya kakek itu bingung mendengar penjelasan saya. 

"Khan di Australia banyak orang Indonesia nya dan naik hajinya mudah, tidak perlu nunggu lama"

"Kalau saya sudah tinggal lebih dari dua tahun, kita bisa naik haji dari Australia, Pak"

"Saya berangkat sama Istri , Pak tapi istri saya nggak ikut saya karena dia sama teman-temannya", jawab saya panjang lebar.

"Bapak dari mana?"tanya saya

Hijir Ismail saat sholat wajib dilaksanakan
"Saya dari ..... (saya lupa nama daerahnya tapi antara Klaten dan Boyolali atau kota lain di Jawa Tengah...red) dan sekarang yach menjaga cucu karena anak saya kerja dan saya pensiunan", Jawa saya lagi.

Saya lihat sosok kakek itu masih sehat dan nampaknya dia sendirian juga di sana karena saya lihat di sekitar saya nggak ada orang Indonesianya. Nampaknya kami saja yang orang Indonesia di sana.

"Bapak sudah masuk ke dalam Hijir Ismail, Mencium Hajar Aswad dan menyentuh rukun Yamani" tanya saya ..

"Belum Pak, mana saya berani ..apalagi kondisinya ramai seperti itu", jawab dia dengan rada sedih. Terpancar keinginan dari matanya untuk pengen sekali berada di dalam Hijir Ismail.

Akhirnya saya terdiam dan kakek itu pun diam dan saya pun melanjutkan bacaan saya dalam membaca Ayat-Ayat Al Qur'an sambil saya berpikir mengenai kakek itu. 


Hijir Ismail ketika sedang ramai
Hati saya berkecamuk pada waktu itu karena saya sebenarnya sudah mengakhiri perjalanan saya ke dalam Hijir Ismail dimana hampir setiap hari baik siang dan malam saya selalu berada di dalam Hijir Ismail baik untuk berdo'a, sholat sunnah maupun kegiatan lainnya. Jadi sebenarnya bagi saya sudah sangat cukup untuk kembali ke dalam Hijir Ismail karena ingin memberi kesempatan kepada orang lain untuk masuk ke Hijir Ismail. Hati saya pada waktu itu berkecamuk antara ingin mengajak kakek itu ke dalam Hijir Ismail atau mengikuti keinginan lainnya yaitu sudah cukup masuk ke dalam sana.

"Bapak mau saya ajak masuk ke dalam Hijir Ismail?", tanya saya akhirnya.

"Saya mau sekali, Pak", Jawab dia dengan rasa senang.

"Baiklah Pak, yang penting Bapak ada di belakang saya, baca Ayat Kursi dan ikut arahan saya,"kata saya lagi. 

"Tapi tidak sekarang yach Pak, nanti selepas Sholat Maghrib kita masuk ke dalam ", kata saya lagi.

Setelah dia setuju, akhirnya saya kembali membaca Ayat-ayat Al Qur'an dan memperbanyak bacaannya karena bagi saya Bacaan Al Qur'an itu bisa menambah Adrenalin atau kekuatan saya untuk bisa masuk ke dalam Hijir Ismail dan juga selalu dari kata hati yang memperkuat keinginan untuk masuk ke dalam Hijir Ismail. 

  
Akhirnya setelah sholat Maghrib, kami bersiap-siap dan berjalan menuju ke lokasi tempat thawaf di lantai bawah dan kakek itu mengikuti saya. Alhamdulillah, saya sudah banyak tahu mengenai Masjidil Haram sehingga saya tahu dimana jalan yang terdekat untuk masuk ke areal Ka'bah dan Bapak terus mengikuti saya dari belakang dan saya selalu menengok belakang untuk memastikan bahwa kakek itu masih berada di belakang saya.

Ketika sudah sampai di areal Kabah, kami pun bersiap diri dan saya pesankan kepada kakek itu bahwa kita bukan ingin melaksanakan thawaf tapi kalau kita ingin masuk ke dalam Hijir Ismail , kita harus mengikuti arah putaran orang yang melakukan Thawaf. 

"Nanti Bapak jangan lupa baca ayat kursi dan memegang rompi saya ini", kata saya sambil menunjukkan dimana harus kakek itu pegang.

"Baik kalai bapak paham, mari kita masuk ke dalam Hijir Ismail, Bismillah", kata saya lagi.

Akhirnya kami pun merapat ke barisan orang yang melakukan thawaf, putaran pertama, kami masih mengikuti arah putaran orang melakukan thawaf dan putaran kedua sudah mulai masuk ke posisi terdekat dari kabah dan putaran ketiga kami sudah mencapai rukun Yamani dan saya minta kakek itu untuk menyentuh rukun Yamani . karena posisi pada waktu itu rukun Yamani tidak terlalu rame. Setelah menyentuh rukun Yamani akhirnya kami tiba ke lokasi Hajar Aswad dan kami ditawari oleh dua orang perempuan, orang Indonesia untuk mencium Hajar Aswad, tapi kami menolaknya.

"Bapak nggak apa-apa khan tidak mencium Hajar Aswad?"karena saya sendiri pun tidak berani. Karena terlihat orang seperti semut yang mencari makan di sebuah permen. "kata saya .

"Nggak apa-apa Pak, "Jawab dia lagi.

Akhirnya kami melanjutkan melakukan putaran berikut nya karena saya masih belum punya kesempatan untuk masuk ke dalam Hijir Ismail dan akhirnya saya lihat ada celah untuk masuk ke dalam Hijir Ismail dan saya bilang ke kakek itu , kita masuk , 

Akhirnya kami mencoba masuk ke dalam Hijir Ismail, walaupun berdesak-desakan dan saya minta kakek itu membaca Ayat Kursi dan penulis lihat bapak itu mendorong orang yang menghalangi nya dan akhirnya saya tegur kakek itu 

"Pak! tak boleh begitu ..jangan emosi dan sabar. Itu cobaan kita. Kalau Bapak pakai Emosi, kita tidak bisa masuk ke dalam Hijir Ismail karena kebanyakan manusia yang mencoba masuk ke dalam sini, membawa hawa nafsu sehingga cenderung mereka menzolomi orang lain", kata saya.

"Eh Maaf Pak..", Jawab dia lagi.

Akhirnya kami berhasil masuk ke dalam Hijir Ismail dan saya ajak bapak itu ke tengah dan terlihat posisi yang baik. Saya minta Bapak itu untuk melakukan sholat sunnah dua rakaat dan berdo'a untuk Alm. istrinya dan keluarganya. Dan saya hanya mencoba menjaga kakek itu agar tidak terinjak-injak oleh orang yang berdesakan di dalam Hijir Ismail. Caranya yach dengan memasang tangan penulis sebagai pagar kakek itu. 

Penulis waktu itu tidak melakukan sholat sunnah karena penulis hanya berdo'a dan menjaga kakek itu supaya tidak terinjak saat sholat sunnah. Dan ada sekitar 15 menit kakek itu berdo'a dan saya pun meminta kakek itu mempercepat do'a nya karena melihat kondisi pada waktu itu sudah mulai ramai dan berdesakan. Saya pun khawatir kalau nanti terlalu lama di dalam Hijir Ismail. Kakek itu bisa pingsan. 

Semasa kakek itu melakukan sholat sunnah dan berdo'a , penulis pun berpikir bagaimana caranya untuk keluar. Saat Kakek itu selesai melaksanakan sholat sunnah dan do'a, akhirnya kami pun keluar dari Hijir Ismail dan tak lupa saya minta kakek itu membaca ayat kursi selama kami mencoba keluar dari Hijir Ismail dan dengan mengikuti putaran orang yang melakukan Thawaf, akhirnya kami pun berada di posisi aman.

"Pak , kita sudah selesai dan bapak masih kuat kah? Tahu jalan pulang kah? tanya saya .

Saling membantu membuat pagar orang sholat di dalam Hijir Ismail
"Ya jawabnya. sambil mengucapkan terima kasih, akhirnya Bapak itu berjalan menuju ke tempat orang melakukan Sa'i dan saya pun keluar dari Masjidil Haram menuju ke Hotel kami di Zam Zam Tower unuk makan malam karena istri saya sudah menelpon 

Hikmah dari cerita ini adalah niat baik menolong orang yang ingin beribadah kepada Allah dengan mengikuti ritual-ritual yang dilakukan, semua itu tergantung keimanan kita kepada Allah.

Maaf saya bukan orang baik, tapi berusaha untuk menjadi baik dan mencari pahala dari Allah. 

Mudah-mudahan kita semua yang berangkat Umroh atau Haji bisa mendapat kesempatan untuk masuk ke Hijir Ismail. Karena banyak teman yang berangkat Haji bareng, tidak punya kesempatan untuk masuk ke dalam Hijir Ismail.

Jumat, 21 April 2017

KETIKA PAKAIAN IHRAM MU MINTA KEADILAN

Assalammualaikum Wr Wb.

Penulis mencoba menuliskan kembali kisah yang dialami penulis saat menunaikan ibadah Haji tahun 2014 yang lalu. Mohon Maaf, Penulis tidak ada bermaksud Riya tapi hanya ingin berbagi kebaikan mengenai apa yang dialami 

IHRAM adalah keadaan seseorang yang telah beniat untuk melaksanakan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang melakukan ihram disebut dengan istilah tunggal "muhrim" dan jamak "muhrimun". Calon jamaah haji dan umrah harus melaksanakannya sebelum di miqat dan diakhiri dengan tahallul.

Pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2 lembar kain yang tidak berjahit yang dipakai untuk bagian bawah menutup aurat, dan kain satunya lagi diselendangkan. Sedangkan pakaian wanita ihram adalah menutup semua badannya kecuali muka dan telapak tangan (seperti pakaian ketika sholat). Warna pakaian ihram disunatkan putih.

Ketika ihram diharamkan baginya melakukan perbuatan tertentu seperti memakai pakaian berjahit, menutup kepala (bagi lelaki) dan muka (bagi perempuan), bersetubuh, menikah, melontarkan ucapan kotor, membunuh binatang dan tumbuhan, memotong rambut/ kuku, dan lain-lain.

https://id.wikipedia.org/wiki/Ihram


Seperti tertulis diatas bahwa Pakaian Ihram itu terdiri dari dua helai yang berwarna putih, dimana yang satu diselendangkan dan satu lagi di pakai untuk menutup aurat. Cerita mengenai pakaian Ihram yang minta keadilan adalah sebagai berikut. 

Ketika penulis berada di Mina, Muzdalifah dan Arafah, penulis selalu memakai Pakaian ihram dan waktu cukup lama untuk memakai pakaian ihram. Jadi selama itu selembar pakaian ihram yang ada diatas, penulis pakai di atas dan yang sehelai lagi penulis pakai untuk menutup Aurat. Jadi mungki selama tiga hari tidak pernah berganti posisi. 

Anggaplah penulis terlalu banyak sugestinya , istri penulis pun bicara begitu. Selalu saja menghubungkan hal-hal yang gaib dan yang tak masuk akan dalam pikiran dan menggabungkannya dengan kegiatan fisik sehari-hari. 

Suatu ketika, mungkin itu hari ketiga atau keempat kami berada di Mina (maaf penulis lupa), penulis mandi pagi hari dan ketika selesai mandi, penulis merasa bahwa selembar pakaian ihram yang digunakan untuk selendang terasa berat dan tak tahu kenapa , pada waktu itu saat mau memakai selendang ihram. pakaian tersebut terasa berat. 
Tiba-tiba ada sebersit bisikan di hati , "Dia itu mau minta di bawah". Dan penulis karena selalu mendengarkan bisikan hati selama menunaikan Ibadah Haji. Maka penulis pun segera menukar pakaian ihram dimana helai pakaian ihram yang dipakai di bawah di pindah ke atas dan sedangkan yang dipakai di atas pindah ke bawah (menutup Aurat). 

Dalam hati penulis berujar" Pakaian Ihram pun minta keadilan kepada kita dan begini cara Allah mengajarkan kita mengenai keadilan. Dan anehnya adalah saat proses penukaran lokasi pakaian ihram di tubuh penulis selesai. Selebar Ihram yang dipakai diatas terasa ringan dan yang dipakai dibawah pun ringan.

Tapi kalau secara logika, bisa saja sewaktu penulis mandi, Air Shower yang dipakai memercikkan air ke pakaian Ihram penulis sehingga menjadi berat . Tapi itu terserah masing-masing anda untuk mensikapi tulisan ini. 

INFO :
Untuk teman-teman yang ingin menunaikan Ibadah Haji, karena waktu kita memakai Ihramnya lama, maka penulis sarankan agar bisa membeli sehelai lagi pakaian ihram sebagai spare /cadangan bilamana pakaian ihram yang anda gunakan terkena najis. Jadi bilamana terkena Nazis tentunya yang satu bisa dipakai dan satu bisa di cuci. Penulis banyak melihat orang memakai pakaian ihram tapi ada noda bekas nazis kotoran manusia melekat pada pakaian ihramnya. Baik di sewaktu ke toilet atau saat melaksanakan umroh. Tapi yang penting banyak istiqfar saja, membaca Ayat Kursi dan Surah lainya. 
dan bermohon kepada Allah agar kita semua terhindar dari segala macam masalah saat melaksanakan Haji dan Umroh.
Saya menggunakan cadangan satu helai. Walau tidak pernah dipakai tapi bisa bermanfaat bagi teman kita lainnya dimana kadang saat tidur Auratnya terbuka.

Dan juga sering ganti ganti posisi dalam menggunakan pakaian ihram dimana yang atas ke bawah dan yang bawah ke atas agar bisa adil. Ini hanya cerita saya alami tapi bilamana tidak mempercayai cerita ini pun tak apa-apa.



 Pekanbaru , 22 April 2017







SETEGUK AIR ZAM-ZAM MENGIRINGIKU PUASA SUNNAH SENIN KAMIS

Assalammualaikum,

Ini kisah adalah cerita sebenarnya saat penulis tengah menjalani Ibadah Haji tahun 2014. Ketika itu saat di Madinah. Tiba-tiba terbersit keinginan untuk Puasa di Hari Kamis dimana pada waktu itu saya tidak punya niatan atau bisikan hati untuk melakukan puasa di Hari Senin, dimana kita ketahui kami tiba di Madinah pada hari Senin Pagi.

Malam itu , malam rabu dan penulis sehabis makan malam, dan sholat Isya, tiba-tiba ada terbersit di Hati untuk melakukan Puasa di Hari Senin Kamis. Tapi waktu itu puasa nya jadinya Puasa Sunah Kamis. Penulis sudah mempunyai rencana matang untuk mencari makan sahur di malam hari sebelum tidur. Semua rencana sudah matang banget dan Penulis juga beranggapan pastinya banyak orang yang akan berpuasa di hari Kamis dan mungkin saja kedai makanan dan minuman masih buka sampai subuh.

Namun, saat penulis terbangun pukul satu malam, penulis pun keluar dari hotel untuk mencari makan di sekitaran hotel dan Masjid Nabawi..Saat penulis melangkahkan kaki keluar hotel, di luar ternyata sepi dan sunyi serta gelap. Penulis pun berjalan ke arah Masjid Nabawi dan berharap ada toko yang buka di kawasan itu. Dan ternyata memang belum buka.

Akhirnya penulis pun memutuskan untuk kembali ke Hotel karena penulis berpikir masih ada roti yang tersisa sebelumnya. Saat penulis di kamar, penulis makan sisa-sisa roti dan Air Zam-Zam. Penulis niatin puasa sunnah kami dan meminta Allah bisa membantu penulis untuk bisa menyelesaikan puasa di Hari Kamis sampai masuk waktu Maghrib.

Setelah memakan sisa roti, sekitar pukul 1.30 pagi, penulis pun berangkat ke masjid Nabawi untuk Sholat Tahajjud dan juga bermain-main di Taman Surga Raudoh. Penulis punya kebiasaan jelek dimana kalau belum makan nasi rasanya masih terasa lapar saja. Tapi dengan keyakinan yang kuat untuk melakukan puasa Kamis, maka sebelum masuk waktu subuh, penulis pun meminum air zam-zam sebanyak-banyaknya agar perut terasa kenyang. Mungkin lebih dari 2 liter penulis minum air zam-zam. Dan Alhamdulillah akhirnya Alhamdulillah, penulis mampu mencapai sore hari.

Sore itu sebelum masuk subuh, penulis masuk ke Masjid Nabawi untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dan penulis pun sudah mempersiapkan minuman berbuka yaitu air zam-zam.

Tiba-tiba sebelum masuk Maghrib, ada selendang putih di pasang di depan saya, dimana saya duduk oleh pengurus masjid nabawi, terlihat banyak anak-anak muda sedang merapikan selendang tersebut dan meletakkan beberapa makanan dan minuman di atas nya.

Kulihat banyak jemaah masjid pada waktu itu duduk di depan selendang putih (membentuk meja) dan saling berpandangan sesama lainnya termasuk penulis juga. Jemaah haji dimanapun berkumpul di depan selendang, Penulis lihat banyak juga di sediakan makanan kecil untuk berbuka puasa..

Menu hidangan berbuka puasa di Masjdi Nabawi
Penulis lihat banyak orang yang masih duduk berhadap-hadapan untuk menunggu waktu buka puasa tiba Dan terus teras saya tidak tahu jam berapa pas nya masuk maghrib tiba. Penulis lihat, pengurus masjid Nabawi menuangkan teh ke gelas-gelas (saya tahu rasanya tidak enak) dan membagikannya ke Jemaah yang tengah duduk tadi untuk diletakkan di depan Mereka..

Kami semua jamaah masih menunggu dan menunggu waktu berbuka puasa tiba. Tiba-tiba ada yang memulai untuk berbuka puasa dan yang lain pun mengikutinya. Akhirnya banyak yang mengucap "Alhamdulillah" Dan saya pun ingin ikutan mereka juga untuk berbuka puasa tapi saya tidak mendengar suara Azan dikumandangkan.

Akhirnya penulis bertanya kepada oranng Indonesia yang duduk di hadapan penulis dan bertanya kepadaya

"Pak, sudah buka yach? tanya saya penasaran tapi saya belum berani mengambil makanan.

"Ya, Kali Pak", jawab dia sambil menikmati hidangan dihadapannya.

"Kok, saya tidak mendengar suara Azan Maghrib", tanya saya lagi.

"Maaf Pak, saya tidak puasa jadi saya makan. Saya makan pun karena banyak yang duduk disini dan saya ikut. Mereka makan yach saya makan", jawab dia lagi sambil melanjutkkan makannya.

"Yang makan pun banyak tak puasa Pak", jawab dia lagi.

Berbuka puasa bareng di Masjid Nabawi
Memang kulihat banyak sekali orang yang makan hidangan di hadapan mereka sebelum Azan di kumandangkan. Tapi saya ragu dan saya tidak mau berbuka sebelum terdengar suara azan. Kebetulan penulis duduk disebelah petugas yang membagi makanan tadi dan bertanya dengan memakai bahasa Isyarat (Bahasa Tarzan) dengan memperagakan dan intinya dari percakapan dengan bahasa Isyarat adalah :

"Sudah Azan Maghrib, Mas?" tanya saya ke petugas di dekat saya dengan memperagakan tangan

"Belum ", jawab dia sambil menggelengkan kepala

"Kenapa mereka sudah berbuka puasa, Mas", tanya saya sambil memperagakan makan.

Terus dia jawab dalam bahasa English yang bikin penulis malu. dan penulis memahaminya dimana kebanyakan yang duduk di depan meja hidangan itu kebanyakan mereka yang tidak berpuasa.

Tak lama kemudian, berkumandanglah Azan Maghrib dan kami pun segera berbuka dengan meminum Air Zam Zam terlebih dahulu dan makan kurma, roti. Saat ketika meminum Air teh Arab. bisa dirasakan betapa pahitnya teh tersebut.

Dan ketika saya di Makkah, Kami menginap di Zam-Zam Tower, dan waktu itu, saya pun berencana untuk berpuasa sunnah di hari Senin nya dan ketika kami sudah pindah dari Madinah ke Makkah di hari sabtu pagi nya.
Ketika penulis merencanakan puasa di hari Senin dan tidak ingin kejadian saat Sahur tidak ada makanannya dan minumannya. Selepas Isya penulis berbelanja di Bin Dawood dan kemudian masuk ke kamar dan tidur.

Ketika terbangun waktu menunjukkan pukul 2.30 pagi dan penulis pun iseng-iseng mengecek tempat makan atau food court yang ada di lantai 2-3 Zam Zam Tower. Saat penulis turun dari lantai 6 menuju ke lantai 2-3 , terlihat masih ada orang yang berlalu lalang. Dan setibanya penulis ke lantai yang banyak tempat jualan makanannya. Terlihat masih ada yang buka dan akhirnya pandangan penulis tertuju kepada restoran cepat saji KFC. Dan penulis pun memesan Kombo 2 dimana ada dua ayam, nasi dan minuman. Pada awalnya penulis mau memesan Pepsi Cola tapi karena khawatir perut penulis bakal bermasalah kembali akhirnya penulis memesan teh es.

KFC di Zam Zam Tower (from google.com)
Dan saat penulis duduk dan ingin melaksanakan Sahur yang nikmat, seketika itu juga Restoran tersebut tutup. Dalam hati penulis pun berucap "Alhamdulillah, sungguh beruntung bisa sahur makan ayam KFC" Dan akhirnya penulis pun makan dengan nikmatnya. tentunya sahur yang nikmat. Dan setelah sahur penulis pun kembali ke kamar hotel untuk berwudhu dan melanjutkan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan sholat tahajjud dan subuh.

Dan sore harinya , penulis datang ke masjidil haram sekitar pukul lima sore dan bermaksud untuk berbuka puasa di dalam masjidil haram dengan harapan akan ada tersedia hidangan seperti yang penulis dapat saat berbuka puasa di dalam masjid Nabawi. Tapi sampai berkumandangnya azan Maghrib tidak ada satupun makanan yang tersedia di lokasi penulis duduk, walaupun sudah mencari. Dan akhirnya penulis pun minum air zam-zam untuk berbuka puasa dan setelah sholat Isya baru makan malam di Food Court di areal Zam-Zam Tower.

Tapi untuk puasa setelahnya yang di hari senin dan kamis, penulis tidak melaksanakan puasa senin kamis lagi karena penulis pun hanya ingin mencoba mencari pahala Allah di tanah suci umat Muslim dan siapa tahu pahalanya lebih besar dan tentunya ingin merasakan nikmatnya puasa saat melaksanakan ibadah Haji. Teman-teman pembaca pun bilamana nanti berkesempatan untuk datang ke tanah suci baik Makkah dan Madinah, usahakanlah puasa sunnah senin kamis dan perbanyak sunnah di tanah suci Makkah dan Madinah agar mendapatkan imbalan pahala yang lebih banyak dari Allah.

Hikmah lain yang mungkin yang dapat penulis cernah dari cerita di atas adalah Allah itu Adil , dan Allah itu mencoba mengajarkan keadilan kepada penulis. Buktinya saat penulis sahur di Madinah hanya meminum air zam zam dan sahur dapat takzil (hidangan makanan kecil) dan ketika di Makkah, penulis saat sahu bisa makan enak yaitu Ayam Goreng KFC yang besar-besar. namun pada saat berbuka puasa penulis hanya meminum Air Zam-Zam. Tapi selain cerita ini mengenai Allah itu mengajarkan kita supaya berlaku adil, masih ada lagi cerita lainnya yaitu mengenai Pakaian Umroh.

Tapi mungkin ada yang berbeda pandangan dengan kisah diatas , itu syah-syah saja.

Salam Pekanbaru


22 April 2017






WUKUF DI ARAFAH SEPERTI DI TAMAN SURGA

Saya mencoba ngeshare lagi pengalaman sewaktu menunaikan ibadah haji tahun 2014 yang lalu dan kali ini cerita mengenai pengalaman sewaktu wu...