Minggu, 23 April 2017

YOU ARE GOOD MAN (CERITA BERMALAM DI MUZDALIFAH)

Assalammualaikum Wr. Wb,

Penulis akan menceritakan suatu pengalaman dari menjalankan ibadah Haji tahun 2014 dimana penulis berjumpa dengan orang dari Amerika Serikat yang mengatakan bahwa penulis itu adalah orang baik "You are good man" sewaktu penulis bermalam di Muzdalifah. Maaf penulis tidak bermaksud Riya atau bagaimana, tapi disini penulis ingin berbagi cerita untuk mencari kebaikan dan pahala Allah, Karena apa pun yang kita perbuat baik di dunia di ketahui oleh orang lain dan juga Allah.

Waktu penulis menunaikan ibadah haji adalah penulis punya niatan disamping menyambut panggilan Allah, menjaga muhrim istri dan juga punya niatan berbuat baik kepada orang lain selama di kota suci Makkah dan Madinah. Tapi bukan berarti penulis tidak pernah berbuat baik selama menjalani kehidupan. Tapi penulis tidak mau cerita bagaimana penulis berbuat baik selama hidup tapi intinya perbanyak bersedekah dan menyantuni anak yatim.

Anggap saja seperti cerita sebelumnya dimana penulis membantu seorang kakek masuk ke Hijir Ismail , penulis anggap salah satu carai berbuat baik kepada sesama manusia. 

Singkat cerita, waktu itu setelah jemaah haji berdiam di Arafah dan setelah matahari terbenam kami pun beranjak menuju ke Muzdalifah, untuk bermalam di sana. Dan sesampainya di Muzdalifah, kami pun berdiam dan duduk di lokasi dekat Toilet Umum. Dan tentunya banyak orang yang berlalu lalang di sana.

Kami waktu itu dibekali hanya mie istant (Pop Mie) sehingga setibanya kami di Muzdalifah, kami membeli Air Panas dengan Harga 1 Real untuk memasak mie instant tersebut dan juga minum teh yang tidak pahit. Jadi makan malam sewaktu di Muzdalifah adalah makan mie istant yang dikemas dalam pop mie. Memang tidak mudah mencari makanan di areal Muzdalifah. Yang hanya adalah tanah lapang dan toilet umum serta manusia.

Kami berencana menghabiskan 2/3 malam di sana. Setelah sampai di sana, kami pun berwudhu dan melaksanakan sholat Maghrib dan Isya dijamak dan berjamaah. Setelah itu kami pun tidur dan berusaha untuk tidur. Udara pada waktu itu panas karena mungkin banyak orang disekitar sana tapi mungkin terasa dingin dari hawa yang keluar dari Toilet Umum yang berada di dekat kami.

Seperti sebelumnya, penulis mempunyai kebiasaan jelek yaitu suka terbangun di malam hari, jadi mungkin pada waktu itu penulis terbangun pukul 12 malam dan penulis pun duduk dan melihat di sekitar, dimana masih banyak saja orang berlalu lalang di sekitar kami dan memang karena kami tidur di dekat toilet umum dimana banyak orang yang mau mandi, buang air kecil maupun besar. Dan termasuk saya juga.

photo diambil dari atas Toilet Umum
Ketika terbangun , penulis mempunyai planning untuk ke toilet dan setelah itu mencari batu untuk melempar jumroh baik untuk diri sendiri maupun untuk istri saya. Sebelum ke toilet penulis membaca surah Yasin terlebih dahulu untuk memanfaatkan waktu berada disana, melaksanakan sholat tahajjud dan witir dan akhirnya membuat hajat besar maupun kecil di toilet umum di dekat kami tidur.

Saat penulis melangkah ke toilet umum, terlihat pimpinan rombongan haji tidur di tempat dimana orang berlalu lalang dan herannya beliau bisa tidur padahal tentunya banyak dilangkahi orang saat orang berjalan.

Setelah kembali dari Toilet Umum dan melangkah ke pinggiran Toilet umum tersebut, penulis melihat banyak sekali bebatuan yang ada disekitarnya. Tapi sebelumnya penulis sudah survey sebelum tidur dan mungkin membantu orang mencari batu-batu tersebut tapi kebiasaan jelek penulis adalah suka menunda-nunda pekerjaan.

Akhirnya penulis jongkok dan sibuk mencari-cari batu-batu untuk melempar jumroh. Ketika penulis memilih batu-batu yang ada di halaman sekitar toilet umum , Tiba-tiba. ada seorang gadis dari Afrika karena badannya rada hitam dan duduk jongkok di sebelah saya dan sibuk juga mencari batu-batuan.
Dan akhirnya dia mengajak ngobrol penulis dan bertanya dalam bahasa English (tapi dalam cerita ini penulis akan mentranslate ke dalam bahasa Indonesia...red)

"Assalammualaikum," sapanya

Jemaah Haji tidur berdiam 2/3 malam di Muzdalifah
"Waalaikum salam," Jawab saya, sebenarnya penulis berharap ada wanita cantik dan putih disebelah penulis yang mencari batu tapi walaupun hitam tapi nampaknya cantik. karena penulis lihat wajahnya masih muda. dan pada waktu itu nampaknya dia berdua dengan temannya atau mamaknya. karena yang satunya terlihat lebih tua dari dia.

"Tahukah kami sebesar apa batu yang perlu kita siapkan untuk melempar jumroh", tanya dia lagi

"Ada baiknya batu-batunya tidak perlu besar-besar dan cukup ukuran seperti ini "jawab saya menunjukkan batu-batu yang saya telah pilih.

"Lagian sebenarnya yang kita lempar itu adalah sifat jelek kita atau diri kita atau setan yang ada didiri kita atau hawa nafsu kita (pilih saja mana yang baik menurut pembaca...red) . Tiang itu cerminan dari setan yang ada diri kita." jawab menjelaskannya kembali. Saya dengar cerita dari Ustaz mengenai Melempar Jumroh sehingga saya bisa cerita ke cewek itu.

"Lagipun tempat lempar jumrohnya lebar dan luar, sehingga dengan batu kecil seperti ini akan sampai mengenai tiang simbol setan tersebut", jawab saya lagi.

"Oh oke saya mengerti dan jadi batu sebesar ini boleh", katanya lagi

"Ya boleh saja, jadi seperti itu dan disini banyak ", jawab saya.

Setelah itu dia mengucapkan terima kasih dan sama-sama mencari batu dan entah kenapa setelah itu tidak ada percakapan lagi dan nampaknya dia asyik mencari batu dengan temannya .

Setelah saya selesai mencari batu untuk melempar Jumroh dan saya rasa cukup untuk istri dan saya, akhirnya saya berdiri sambil menoleh ke kiri dan ke kanan. Dan tiba-tiba saya disapa orang lagi.

"You are good man", sapa dia sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

Tidur dengan rapi dan ikhlas mengharap ridho Allah
"Thanks ", jawab saya salah tingkah karena tidak menyangka akan ada orang yang menyapa saya. Saya pun tidak tahu darimana dia tahu saya orang baik (hehehehe) , apakah dia selama ini memperhatikan saya dimana saya berada atau sesaat dimana kala itu membantu wanita Afrika mencari batu-batuan.

Perawakannya kurus proporsi dan tingginya lebih sedikit dari saya  (tinggi saya 176 cm) dan berjanggut , berambut gondrong dan memakai baju ihram.

Untuk menghilangkan kebisuan sesaat dan juga rasa GR yang berlebihan karena dibilang "Orang Baik" maka saya pun bertanya

"Kamu dari mana? "

Dan dia menjawab kalau dia dari kota kecil di Amerika Serikat, dan dia menyebutkan nama kotanya tapi saya lupa pastinya nama kotanya. Mungkin saja Memphis dan dia menyebut semua komunitas kecil di Memphis. Dan namanya pun lupa. Dan saya lupa berphoto bersama dia waktu itu.

Saya bilang saya dari Indonesia tapi mengambil haji dari Australia karena saya tinggal di Canberra.

Setelah itu kami berdua pamitan karena dia mau melanjutkan perjalanannya, mungkin saja mencari rombongannya karena waktu itu dia hanya melintas melewati rombongan jemaah haji kami yang tidur di sebelah toilet. Dan saya pun kembali ke rombongan dan duduk kembali ke tikar saya dan kembali untuk tidur.

Terus terang saya tidak tahu siapa laki-laki itu dan waktu itu saya anggap hal yang biasa karena saya biasa di tegur dan di sapa orang saat menjalankan ibadah Haji. Yang herannya kok dia tiba bilang saya ini orang baik dan dari mana dia tahu atau apakah dia lihat kebaikan saya , padahal jamaah haji yang berada di tanah suci itu lebih dari dua juta orang. Dan saya pun tidak pernah melihat orang itu dan juga untuk Amerika Serikat tidak satu tenda di Mina.

Saya sempat beranggapan bahwa itu adalah Nabi Khidir tapi setelah saya baca-baca dan bertanya ke orang yang ngerti agama dalah bahwa Nabi Khidir sudah wafat.

Hikmah dari cerita ini adalah kita tidak tahu apakah ada yang memperhatikan pada saat kita berbuat baik dengan sesama mahluk hidup, kita tidak tahu apakah ada yang mencatat kebaikan kita tapi kita hanya menjalankan dan melaksanakan sikap berbuat baik hanya karena ingin berbakti kepada Allah dan mendapat ridho dari Allah.

Penulis bukan orang baik karena masih banyak orang yang tak suka dengan penulis tapi penulis selalu berniat untuk membantu orang lain dan mencari kebaikan semata-mata karena Allah.

Lelaki itu saya tidak tahu siapa dan kenapa dia bisa bilang " You are Good Man" dan menyodorkan tanggannya kepada penulis untuk bersalaman

Semoga kita semua terhindar dari sifat-sifat sombong

Wasaalam

23 April 2017








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WUKUF DI ARAFAH SEPERTI DI TAMAN SURGA

Saya mencoba ngeshare lagi pengalaman sewaktu menunaikan ibadah haji tahun 2014 yang lalu dan kali ini cerita mengenai pengalaman sewaktu wu...