Saya mencoba ngeshare lagi pengalaman sewaktu menunaikan ibadah haji tahun 2014 yang lalu dan kali ini cerita mengenai pengalaman sewaktu wukuf di Arafah. Sebuah pengalaman yang berarti buat saya, yach anggap saja in hanyalah cerita kosong bilamana anda tidak terlalu tertarik dengan cerita ini.
Setelah kami sampai di Arafah dengan menggunakan Bus dari Tenda kami di Mina, tibalah kami di Padang Arafah. Kami waktu itu masuk rombongan haji Australia dan tiba di tenda yang tidak ada AC dan terasa panas banget. Walaupun pagi sudah terasa panas, tapi berkat semprotan air yang ada kipasnya rasa panas itu bisa teratasi.
Dan setelah meletakkan barang2 bawaan saya di dalam tenda, saya permisi ke istri untuk ke toilet, padahal saya mau survey kondisi toilet yang ada di lokasi dekat tenda kami di Arafah. Kondisinya ada yang bagus dan ada juga yang jelek. Tapi saya ikhlaskan saja. yang penting masih ada yang kondisi baik.
Setelah survey kondisi lapangan , akhirnya saya kembali ke tenda untuk berdiam diri di sana sampai menjelang maghrib, sambil membaca Al Qur'an dan berdiam diri di dalam tenda, saya menjalankn ritual agama Islam yaitu wajib haji. Ada teman yang tidur , dan kebanyakan tidur walaupun panas, tapi saya tidak bisa tidur karena merasa risih saja dimana tidak ada sekat antara jemaah wanita dan lelaki. Jadi saya pun hanya duduk-duduk saja.
Sekitar jam 10 pagi, saya lihat ada kawan membawa teh panas dan entah dari mana karena di tenda kami tidak ada air panas karena memang tidak ada listrik di tenda kami di Arafah. Saya tanya ke teman saya itu dimana ambil air panas tersebut dan dia menjelaskan dimana ambilnya.
Akhirnya saya pun beranjak dari tenda saya dan ijin ke Istri untuk pergi keluar tenda dan akhirnya saya pun pergi ke tempat yang dibilang teman saya tadi. Saya pun pergi ke sana dan terlihat ada semacam taman yang berisi tenda-tenda, kursi, minuman panas/dingin, dan kipas angin. Akhirnya saya masuk ke taman itu dan saya anggap sebagai taman firdaus..(anggap saja saya terlalu berlebihan..red).
Saya minta air teh hangat dan juga makanan kecil kepada penjaga air minum dan kebetulan kenal wajah karena penjaga air minum itu penjaga air minum di sebelah tenda kami di Mina. Akhirnya saya dikasih air minum dan saya melihat sekeliling , ternyata kebanyakan diisi oleh orang asing dan saya tidak melihat orang Indonesia di sana. Saya ingin duduk nyantai menikmati kipas angin, akhirnya pandangan saya tertuju di satu kursi di yang ada dan saya pun duduk di sana sambil menikmati teh hangat saya dan makanan kecil yang ada. Saya duduk di sana sampai menjelang waktu Zhuhur masuk dan kala itu di hari jum'at waktu setempat.
Seduduknya saya di sana, saya bertemu banyak orang-orang yang duduk di sebelah saya karena kebetulan di tenda yang saya duduki ada 4 buah kursi. Saya mencoba mengobrol dengan orang-orang yang duduk di dekat saya dalam bahasa English tapi nampaknya mereka banyak tak paham bahasa English. Nampaknya mereka dari negara Eropa Timur. Tapi saat ngomong mereka memberi kode , tangan kanan di taruh di dada dan nunjuk ke langit mungkin artinya dihatiku hanya ada Allah.
Jadi saya mengambil kesimpulan bahwa Orang yang menunaikan ibadah haji itu karena Hati nya Ikhlas ke Allah, atau istilahnya memenuhi panggilan Allah. Dari hasil survey di luar Orang Indonesia.
Sebelum memasuki waktu Zhuhur, saya pun kembali ke tenda. Untuk menunaikan sholat Jum'at dan sambil menunggu , saya ngaji lagi dan berdo'a lagi karena saya banyak menerima titipan do'a dari kawan-kawan saya yang saat itu berada di Canberra. Dan waktu masuk ke Zuhur atau waktu sholat Jum'at, rupanya tidak ada sholat jum'at dan sholat Idul Adha diwaktu yang sama , istilahnya tidak ada 2 kotbah di hari Jum'at . Jadinya kami hanya mendengar kotbah jum'at dan setelah sholat selesai, kami pun makan siang dan setelah itu melanjutkan berdo'a sebanyak-banyaknya karena Insha Allah bilamana kita membaca Do'a di hari Arafah, akan terkabul permohonannya. .
Hari semakin panas dan suhu di dalam tenda semakin meninggi, akhirnya saya beranjak lagi dari tenda kami menuju ke taman firdaus (istilah saya ..red) dan tak lupa saya mengajak istri saya unutk ikut dan bilang disana ada kipas angin dan lain-lain tapi dia tidak mau ikutan sama saya. Akhinya saya pun pergi sendiri dan tak lupa membawa Al Qur'an dimana di dalamnya ada kumpulan-kumpulan do'a. Karena saya beranggapan berdiam diri di Arafah itu tidak harus menyiksa diri, kalau ada yang bisa lebih baik kenapa harus bertahan, karena di sana ada tenda lain yang pakai AC dan makanan yang melimpah..Tapi tiap orang berbeda pandangan mengenai kenyamanan.
Setelah tiba di taman firdaus tersebut, ternyata semua tenda sudah penuh dan tidak ada tempat duduk yang tersisa. Dan akhinya saya pun mint air teh dengan penjaga air dan nampaknya dia ngerti kalau saya pengen duduk di kursi dan baca Al Qur'an/. Dan mungkin saja saya dilihatnya orang baik dan wajah saya yang memelas, diberikan kursinya ke saya. (semua percakapan pakai bahasa isyarat..red) dan akhirnya saya pun dikasih tempat duduk dan dibawa tenda serta ada kipas anginnya, dengan teh hangat menemani dudukku. Saya jumpa orang Indonesia atau Malaysia di tenda yang dekat saya tapi saya malas ngobrol dengan mereka. Karena nampaknya. mereka tidak mau diajak ngobrol karena mereka rombongan.
Jadi setelah itu saya baca Do'a-do'a yang ada di Ayat-Ayat Al Qur'an dan juga dari teman-teman saya dan tidak putus-putus , putusnya saat minum teh hangat yang tersedia di meja. Dari jam 1 siang sampai jam 4 sore saya duduk di lokasi tersebut dan disaat merasakan bahwa cahaya matahari sudah tidak terik lagi saya pun beranjak ke tenda kami di Arafah untuk menjumpai istri saya dan rombongan.
Setelah itu melakukan kembali do'a-do'a karena jangan pernah putus berdo'a bilamana berada di Arafah dan Insha Allah terkabul..
AKU INGIN KE BAITULLAH 2014
Blog ini berisi pengalaman ketika saya naik Haji di tahun 2014. Cerita mengenai Haji dan Umrah tidak akan pernah habis dan pastinya selalu dikenang sepanjang masa. Disini ada juga akan diceritakan mengenai cerita-cerita pendek yang terjadi kala melaksakan haji. Saya tidak bermaksud untuk Riya tapi saya mencoba membagi kebaikan kepada saudara semua calon tamu Allah di Baitullah. Cerita ini pun ada dalam Blog Pujangga Piping. karena blog ini penulisnya sama denga penulis di pujangga piping
Selasa, 29 Agustus 2017
Minggu, 13 Agustus 2017
TIPS AND TRIKS MASUK KE DALAM HIJIR ISMAIL DI MASJIDIL HARAM
Assalammualaikum Wb. Wb. Jumpa lagi dengan Ana dalam cerita haji 2014 lalu.
Sebenarnya tidaklah mudah untuk masuk ke dalam Hijir Ismail ( pada waktu haji 2014 lalu) , dimana pintu masuk dan keluar adalah sama yaitu disisi sebelah kanannya. Sehingga kita harus berhimpit-himpitan untuk masuk dan keluar dari Hijir Ismail dan harus punya keberanian dan keihlasan. Walaupun sudah masuk, kita harus berhimpitan lagi agar bisa melakukan sholat sunnah di sana.
Tapi kadang ada yang membuat lingkaran untuk menjaga orang untuk sholat sunnah dan bergantian untuk menjaga. Kendala lainnya adalah tidak adanya perbedaan baik bagi wanita dan pria sehingga kadang bisa saja terjadi pelecehan seksual secara tidak sengaja bilamana badan wanita dan pria berhimpitan.
Di Dalam Hijir Ismail, kita tidak boleh melakukan Sholat Wajib dan hanya diperkenankan Sholat Sunnah karena Hijir Ismail adalah bagian dari Kabah.
Ana disini akan mencoba berbagi tips and trips bagi anda agar supaya bisa masuk ke dalam Hijir Ismail.
1. Harus punya tenaga kuat, tinggi minimal 170 cm, karena diperlukan demikian karena besarnya tubuh orang arab sehingga kadang yang punya badan kecil pasti terhimpit-himpit. Tapi bilamana anda badannya kecil, usahakan ajak yang punya badan besar untuk menemani anda masuk ke dalamnya. Tapi jangan khawatir untuk anda yang berbadan kecil karena bilamana anda punya niat yang kuat dan ikhlas, dan tenaga yang cukup serta membaca ayat-ayat Al Qur'an, anda bisa masuk dan keluar dengan selamat
2. Mengikuti aliran Thawaf , biasanya saya mengikuti Aliran orang melakukan Thawaf yaitu berputar mengelilingi Ka'bah dan bilamana ada peluang agak sepi di depan pintu masuk Hijir Ismail, anda langsung masuk dan walaupun berhimpit, anda biasanya bisa ke dalam.
3. Waktu masuk ke dlaam Hijir Ismail usahakan setelah sholat subuh maupun setelah sholat Isha atau pun setelah sholat Zuhur dan Sholat Asar. Karena bilamana selepas sholat Maghrib, peluang untuk berada di dalam hijir Ismail lebih sedikit
4. Bilamana masuk ke dalam hijir ismail usahakan anda mengambil tempat diujung sebelah kiri dari Hijir Ismail karena bilamana anda berada di tengah, anda pastinya tersenggol dan terdorong-dorong saat anda melakukan sholat ataupun berdoa. Kalau anda berada di pintu sebelah kiri, maka Insya Allah tempat tersebut rada sepi dan bebas dari gangguan. Jadi anda bisa melakukan apa saja di dalamnya. karena tidak terganggu orang, saya pun sempat merekam orang terjepit saat thawaf tapi akhirnya saya hapus karena takut kualat.
5. Bilamana di dalam hijir ismail, diminta hati-hati karena kadang kita tidak tahu apa yang dilempar orang-orang yang melakukan thawaf ke dlaam hijir ismail. Biasanya dinding pembatas hijir ismail itu yang dari keramik itu adalah tempat kumpulnya barang-barang yang terjatuh di lantai thawaf. Jadi kadang kala, sandal, sejadah, dan lainnya dilempar oleh jemaah ke dalam hijir ismail tapi tidak ada batu yang dilempar ke dalam hijir ismail. Saya mungkin beruntung saat orang yang thawaf melempar ke dalam hijir ismail, saya terkena lemparan sejadah. Untuk kisah di dalam hijir ismail lainnya bisa dilihat pada cerita sebelumnya.
6. Bacalah Ayat Kursi, dan sabar serta ikhlas mencari ridho Allah Insha Allah anda bisa masuk dan keluar dari Hijir Ismail dengan selamat. Jaga Emosi Anda, jangan terpengaruh dengan lingkungan. Karena disana orang emosi dan marah-marah tanpa sebab, jadi agar dimaklumi saja.
7. Kalau orang mendorong anda, kasih dia senyuman sehingga dia tidak dorong anda lagi. Kalau ada yang dorong di depan, yach ikutin saja arah dorongan dan usahakan terlepas dari dorongan.
8. Setelah anda masuk ke dalam hijir ismail, usahakan anda berada di ujung dekat cincin dan bergerak masuk ke arah kiri Hijir Ismail untuk mencari tempat yang lapang. Saya aja habis subuh sampai jam 7 pagi berada di dalam hijir ismail dan tidak bisa keluar saking ramainya, tapi akhirnya bisa keluar juga dengan membaca Ayat Kursi dan juga mengikuti rombongan orang lain yang keluar.
9. Kalau anda nantinya tidak mampu mencapai ujung sebelah kiri hijir ismail dan hanya bisa sampai tengah doang, usahakan bergabung dengan jemaah haji lainnya yang melindungi orang sedang sholat, dan pastinya anda akan mendapat giliran untuk sholat dan berdoa. Saling bantu di dalam hijir Ismail adalah hal yang biasa. Kalau anda mencoba sholat sendirian di dalam hijir ismail agar berhati-hati karena saking banyaknya orang, anda bisa saja terinjak-injak pada waktu anda sujud.
10. Bilamana anda berada di dalam Hijir Ismail, hendaklah membawa air minum karena di dalam Hijir Ismail tidak tersedia Air Minum. Dan bilamana anda membawa air minum, share lah kepada orang lain yang membutuhkannya. dan jangan khawatir anda dehidrasi memberi minum kepada orang lain. karena Allah yang mengatur semuanya.
Kalau Ana, kebanyakan masuk ke dalam hijir ismail di kala sesudah subuh, sesudah maghrib dan larut malam, karena kalau siang hari udara cukup panas.
Itulah sepintar mengenai Tips and Trick , bilamana ingin masuk ke dalam hijir Ismail.Dan itu saya alami sendiri selama menunaikan ibadah haji tahun 2014 lalu. Kalau pun nanti berbeda dengan yang anda alami, anggaplah ini sebagai referensi aja
| dikosongkan karena mau sholat wajib |
Tapi kadang ada yang membuat lingkaran untuk menjaga orang untuk sholat sunnah dan bergantian untuk menjaga. Kendala lainnya adalah tidak adanya perbedaan baik bagi wanita dan pria sehingga kadang bisa saja terjadi pelecehan seksual secara tidak sengaja bilamana badan wanita dan pria berhimpitan.
Di Dalam Hijir Ismail, kita tidak boleh melakukan Sholat Wajib dan hanya diperkenankan Sholat Sunnah karena Hijir Ismail adalah bagian dari Kabah.
Ana disini akan mencoba berbagi tips and trips bagi anda agar supaya bisa masuk ke dalam Hijir Ismail.
| saking panasnya sehingga berkeringat |
2. Mengikuti aliran Thawaf , biasanya saya mengikuti Aliran orang melakukan Thawaf yaitu berputar mengelilingi Ka'bah dan bilamana ada peluang agak sepi di depan pintu masuk Hijir Ismail, anda langsung masuk dan walaupun berhimpit, anda biasanya bisa ke dalam.
| Jemaah Indonesia (BRI) sedang sholat |
4. Bilamana masuk ke dalam hijir ismail usahakan anda mengambil tempat diujung sebelah kiri dari Hijir Ismail karena bilamana anda berada di tengah, anda pastinya tersenggol dan terdorong-dorong saat anda melakukan sholat ataupun berdoa. Kalau anda berada di pintu sebelah kiri, maka Insya Allah tempat tersebut rada sepi dan bebas dari gangguan. Jadi anda bisa melakukan apa saja di dalamnya. karena tidak terganggu orang, saya pun sempat merekam orang terjepit saat thawaf tapi akhirnya saya hapus karena takut kualat.
5. Bilamana di dalam hijir ismail, diminta hati-hati karena kadang kita tidak tahu apa yang dilempar orang-orang yang melakukan thawaf ke dlaam hijir ismail. Biasanya dinding pembatas hijir ismail itu yang dari keramik itu adalah tempat kumpulnya barang-barang yang terjatuh di lantai thawaf. Jadi kadang kala, sandal, sejadah, dan lainnya dilempar oleh jemaah ke dalam hijir ismail tapi tidak ada batu yang dilempar ke dalam hijir ismail. Saya mungkin beruntung saat orang yang thawaf melempar ke dalam hijir ismail, saya terkena lemparan sejadah. Untuk kisah di dalam hijir ismail lainnya bisa dilihat pada cerita sebelumnya.
6. Bacalah Ayat Kursi, dan sabar serta ikhlas mencari ridho Allah Insha Allah anda bisa masuk dan keluar dari Hijir Ismail dengan selamat. Jaga Emosi Anda, jangan terpengaruh dengan lingkungan. Karena disana orang emosi dan marah-marah tanpa sebab, jadi agar dimaklumi saja.
| saking sibuknya dengan situasi |
8. Setelah anda masuk ke dalam hijir ismail, usahakan anda berada di ujung dekat cincin dan bergerak masuk ke arah kiri Hijir Ismail untuk mencari tempat yang lapang. Saya aja habis subuh sampai jam 7 pagi berada di dalam hijir ismail dan tidak bisa keluar saking ramainya, tapi akhirnya bisa keluar juga dengan membaca Ayat Kursi dan juga mengikuti rombongan orang lain yang keluar.
| melindungi orang yang sholat, sehingga harus berangkulan |
| kalau sudah ada di dalam, sudah aman. |
Kalau Ana, kebanyakan masuk ke dalam hijir ismail di kala sesudah subuh, sesudah maghrib dan larut malam, karena kalau siang hari udara cukup panas.
Itulah sepintar mengenai Tips and Trick , bilamana ingin masuk ke dalam hijir Ismail.Dan itu saya alami sendiri selama menunaikan ibadah haji tahun 2014 lalu. Kalau pun nanti berbeda dengan yang anda alami, anggaplah ini sebagai referensi aja
TIPS DAN TRIK AGAR BISA MASUK KE RAUDOH (TAMAN SURGA)
Assalamualaikum,
Nyambung lagi mengenai cerita sewaktu haji tahun 2014 yang lalu, disini Ana akan cerita mengenai bagaimana cara masuk Raudoh di waktu musim haji
| Para Jemaah Haji Antri masuk Raudoh |
Sebenarnya tidaklah terlalu sulit masuk ke raudoh, asalkan sabar menunggu. Sulit dianggap karena tidak sabar menunggu gilirannya. Biasanya askar akan membagi beberapa sekat agar jemaah bisa masuk dengan tertip dan bagi yang berada di dalam raudoh hanya dibatasi waktu sekitar 15 menit s/d 20 menit. Waktunya tidak lama karena bila musim haji banyak orang yang ingin berdoa di dalam raudoh.
| Terllihat ada sekat putih untuk mengatur jemaah |
| Di samping mimbar ini, biasanya orang banyak ingin sholat disana |
Bilamana nanti anda berada di dalam Raudoh, pastikan bahwa pada saat anda berdoa berada di karpet Hijau dan Bukan Merah. Tapi kalau menurut saya walaupun kita tidak berada di dalam Karpet Hijau, Insha Allah bilamana kita berdoa di karpet Merah pun doa akan dikabulkan alias Mustajab selama dalam lingkungan masjid Nabawi asalkan niat ikhlas dan tulus.
Semasa di dalam Raudoh, pastinya anda akan melihat orang2 banyak melakukan sholat baik sholat sunnah maupun sholat wajid di posisi dekat mimbar dan juga sebelah makam nabi.
Ini sedekar tips and trik bilamana anda nanti ingin masuk raudoh dan juga selama berada di dalam Raudoh.
| Tempat Sholat Imam sebelah Mimbar |
1. Bilamana anda ingin masuk Raudoh, usahakan diwaktu malam hari diatas jam 1 malam. Karena disitulah waktunya orang tidur sehingga jemaah yang hadir berkurang ramainya dibandingkan siang hari. Saya tidak pernah masuk ke raudoh di waktu siang hari karena pastinya ramai sekali.
2. Ikut antrian sekat per sekat biasanya si Askar memberlakukan 3 sekat untuk jemaah yang ingin masuk ke dalam raudoh dan ikuti saja dan jangan sampai terlalu nafsu untuk mengejar posisi ataupun berebutan sambil berlari karena kadang kasihan lihat kakek-kakek sampati terjatuh ketika didorong. Karena kalau kita berada di sekat yang di dekat raudoh, kita nggak perlu khawatir, jemaah yang di sekat kedua masuk ke dalam raudoh. mereka pun mengikuti harus mengikuti aturan
3. Bilamana berada di dalam Raudoh, Usahakan banyak melakukan sholat baik wajib maupun sunnah sebanyak mungkin atau pun berdo'a sebanyak mungkin sehingga anda bisa menjadi orang terakhir yang keluar dari Raudoh alias diusir oleh Askar. Tapi nggak apa-apa yang penting anda bisa berdo'a lebih lama. Karena Askar (penjaga) akan megusir kita dengan cepat bilamana anda hanya berdiri-diri saja tanpa melakukan aktivitas apapun juga. khan sayang..? Askar tidak akan berani mengusir kita pada saat melakukan sholat maupun saat berdoa.
| Pintu Keluar Raudoh yang dijaga Askar |
4. Yang jelas saat berada di dalam raudoh, segerakanlah cari tempat untuk berdiri dan melakukan sholat, karena kalau tidak anda tidak akan bisa mendapatkan posisi yang pas untuk sholat maupun berdoa. Saya pernah sholat dimana di depan saya ada orang dari arab tiba-tiba berdiri di depan saya dan pura-pura melakukan sholat, sehingga saya tidak bisa sholat pada waktu itu dan saya menunggu dia sholat selesai baru saya bisa sholat. Dan waktu itu ada Askar yang lihat dan dia tersenyum dan bilang sabar ke saya. Dan setelah orang itu selesai sholat, dia langsung di suruh pergi sama Askar itu. Jadi kadang mencari posisi sholat di dalam Raudoh kadang sulit tapi Askar memperhatikan para jemaah dan bilamana kita belum melaksanakan sholat dan berdoa, masih diberikan kesempatan asalkan kita sabar dan ikhlas.
5. Untuk lokasi sholat di dalam Raudoh, usahakan di Karpet Hijau, setelah dapat hijau, dan lakukan sholat, yang jelas pada waktu sholat tidak selapang yang seperti kita harapkan, yang penting ada space untuk rukuk dan sujud saja sudah cukup.
6. Kebanyakan jemaah haji, mengambil posisi sholat di depan mimbar dimana biasa nabi Muhammad SAW memberikan khotbah. Tapi disana hanya dibatasi sholat hanya 2 rekaat saja karena banyak jemaah yang ingin sholat dan berdoa di sana. Dan bilamana ada yang ingin 4 rekaat, Askar akan menyuruh jemaah haji, untuk sholat di lokasi lain di dalam Raudoh.
7. Satu lokasi lain yang dipiih jemaah untuk sholat dan berdoa adalah di dekat makam Nabi Muhammad SAW, jadi posisinya di samping Makam. Karena biasanya di daerah sana, tempat yang tidak tersentuh oleh Askar dan biasanya jemaah yang memilih sholat dekat Makam ,adalah jemaah yang terakhir diusir (disuruh) keluar Raudoh.
8. Sewaktu keluar dari Raudoh tidak berdesak-desakan karena dengan adanya sekat setiap orang berbataskan masuk ke Raudoh, tidak seperti di Hijir Ismail, dmana masuk dan keluar Hijir Ismail di pintu yang sama.
9. Ada cara lain dipakai untuk masuk ke Raudoh yaitu melewati pintu keluar Raudoh, karena kadang pintu keluar raudoh tidak ditutup dan tidak dijaga, maka disanalah momen yang pas untuk masuk ke dalam raudoh daripada ngantri sekitar 30 - 45 menit. Ya kalau ketahuan sama askar, bilang saja maaf saya nggak tahu dan biasanya ditunjukkan oleh Askar dimana kita mengantri. Kalau lagi beruntung yach tidak ketahuan dan lancar masuk ke dalam Raudoh tanpa antri.
Ana, Alhamdulillah hampir tiap malam selama 6 hari di Madinah, masuk ke Raudoh, Jadi ketika sampai pagi harinya, malam harinya ana langsung berkunjung ke Raudoh, Karena ketidak tahuan Ana makanya ana salah memilih karpet untuk melakukan sholat dan berdoa karena di hari pertama itu ana memilih karpet merah dimana ana malas berhimpit-himpitan untuk sholat. Tapi di malam kedua dan seterusnya Ana berada di karpet hijau. Ana bisa masuk dari pintu mana aja, karena mungkin kecerdasan Ana membaca situasi hehehe.
Intinya kalau ingin masuk ke Raudoh di Masjid Nabawi, kita itu aman asalkan mau antri. Sekat itu sengaja dibikin agar tidak ada orang yang terinjak-injak ketika masuk ke dalam Raudoh. Denga sikap tegasnya Askar dan mengatur jemaah yang masuk ke Raudoh, kondisi di Masjid Nabawi menjadi terkendali. Semua orang sabar masuk ke Raudoh. Beda dengan di Hijir Ismail.
Itu saja cerita dari Ana saat Ana masuk ke dalam Raudoh semasa haji 2014. Ana kurang tahu kondisi sekarang tapi pada intinya bilamana anda nanti ingin masuk Raudoh, usahakan jiwa Anda tenang, Ikhlas dan tulus serta banyak baca Ayat Kursi.
Senin, 31 Juli 2017
KETIKA SEMPROTAN AIR MENYELAMATKAN NYAWA MANUSIA DI TEROWONGAN MINA
Kenapa kita memerlukan semprotan air ini, semprotan air ini diperlukan saat kita melaknakan beberapa rukun dan wajib haji dimana semprotan air ini sangat di perlukan pada saat kita berada di Mina, berjalan kaki dari Tenda Mina menuju ke tempat melempar jumroh, dalam terowongan Mina, saat di Muzdalifah, saat wukuf di Arafah, saat tawaf dan sa'i ataupun dimana saja bahkan teman saya ada yang pakai di hotel atau saat di Bus. Jadi Semprotan air ini diperlukan bagi anda yang tidak tahan panas.
Jangan dianggap enteng efek panas yang ada di Makkah karena ada beberapa jemaah yang akhirnya pingsan akibat kelelahan dan dehidrasi bahkan bisa menyebabkan Heat Stroke.
Harganya tidak terlalu mahal, mungkin sekitar 60 ribu rupiah, dan dulu saya beli ini di Toko Bin Dawood, semua toko Bin Dawood ada menjual semprotan air ini. Ada kipasnya, dan air dimasukkan ke bagian bawah semprotan air tersebut. Airnya di isi saja air Zam-Zam dan sediakan botol khusus untuk menampung air zam-zam sehingga jika air pada semprotan bisa ditambah lagi. Ada bateree yang dipasang untuk menjalankan kipasnya. nanti air keluar pada saat kita menekan tombol yang berwarna abu-abu seperti pada gambar. Semprotan air ini sangat-sangat bermanfaat buat anda yang melakukan Ibadah haji pada umumnya.
Photo disamping ini adalah tangan saya yang diphoto oleh salah satu jemaah kami. Dimana waktu itu saya sedang menyemprotkan air ke semua rekan-rekan jemaah haji kami agar mereka dapat diberikan kesegaran saat melakukan tawaf kala itu. Karena tawaf itu berdesak-desakan dan menguras tenaga.
![]() |
| photo diambil dari koleksi Ibu Astri Nugraha |
Saya selalu membawa Air Minum dalam botol dan juga Semprotan air ini kemanapun saya pergi selama di Makkah, dan biasanya saya gunakan pada saat kondisi ramai dan berjalan kaki. Kebanyakan digunakan di Terowongan Mina dan sewaktu Tawaf, karena untuk waktu-waktu lainnya jemaah haji kami sudah punya masing-masing dan cuma heran saja kenapa mereka tidak membawa semprotan air tersebut ketika melewati terowongan Mina.
Ketika saya semprot ke muka saya dan ke tangan saya, saya merasa segar dan kadang jemaah kami minta saya menyemprotkan air ke muka mereka dan juga tak kala jemaah haji dari negara lain pun meminta saya menyemprotkan air ke mukanya. Dan sungguh-sungguh sangat bermanfaat sekali memiliki semprotan air ini. Dan saya Insha Allah dapat pahala dengan menyemprotkan air ke mereka.
Kejadian di terowongan Mina itu sungguh-sungguh panas sekali manalagi jaraknya cukup jauh menuju ke tempat melempar jumroh, sehingga banyak yang kepanasan dan dehidrasi seperti yang dialami oleh seorang bapak orang Indonesia yang waktu di terowongan Mina, saya lihat tengah dikerubungi orang dimana bapak itu terduduk lemas dan walau sudah dikasih air minum masih saja lemas dan tak mampu melanjutkan perjalanan. Akhirnya saya semprotkan saja air zamzam dari semprotan air ke muka Bapak itu berkali-kali dan berdo'a agar Bapak tersebut bisa segar kembali. Tapi tindakan saya waktu itu seolah-oleh mendapat hambatan dari seorang ibu yang ada di sana. karena dia melarang saya menyemprotkan air ke muka bapak itu. Tapi saya cuek dan tetap menyemprotkan air tersebut ke muka bapak itu. Dan dirasa sudah banyak air yang saya semprotkan , akhirnya saya melanjukan perjalanan untuk melempar jumroh.
Setelah itu, Saya dengar dari pembimbing haji kami bahwa bapak itu hampir mati karena sudah lemas. jadi pembimbing haji kami memijat-mijat bapak itu agar bapak itu segera pulih kembali dan Alhamdulillah katanya sudah pulih.
Tidak hanya itu saja, ada juga seorang ibu-ibu warga berwajah India tapi saya tidak tahu persis dari negara mana, ditandu oleh beberapa orang dan dalam keadaan lemas, langsung saja saya semprotkan air zam-zam ke mukanya berulang-ulang dengan harapan semoga ibu itu lekas sadar.
![]() |
| Semprotan air dijual di Canberra Australia dengan harga AUD $5 |
Di Terowongan Mina, walaupun sudah dipasang kipas tapi tidak ada airnya, sedangkan para jemaah haji memerlukan air untuk mengadapi dehidrasi atau panas akibat berada di terowongan dengan jumlah jemaah yang ramai seperti itu. Mudah-mudahan saat ini kipas dengan disambungkan ke air sudah dipasang di terowongan Mina. Kalau hanya kipas saja tidaklah cukup.
Banyak kejadian orang kena dehidrasi di dalam terowongan Mina sehingga mereka lemas dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. Walaupun sudah dipasang eskalor berjalan tapi kapasitasnya tidak mampu menampung orang segitu banyaknya. Air tetap saja di perlukan di dalam terowongan itu. Dan selama melewati terowongan tidak ada dijumpai tempat air minum. Walaupun ada tempat-tempat istirahatnya.
Banyak jemaah haji termasuk dari Indonesia, itu tidak pernah membawa air minum saat berjalan melewati terowongan Mina karena mungkin saja mereka bingung mau diletakkan dimana air minumnya. karena mereka tidak mempunyai tas yang agak besar untuk air minum. Makanya saya selalu membawa tas yang sedikit besar untuk menampung botol minuman yang banyak agar bisa dibagi-bagi ke jemaah Indonesia. Kebetulan persediaan air minum di Group Haji kami tidak terbatas.
Dan yang ngeri nya lagi banyak jemaah haji yang sudah tua pun tidak membawa air minum. Dan itu cukup membahayakan nyawa mereka. Tapi mungkin kadang ada beberapa jemaah yang ingin meninggal di Makkah dan Madinah agar mendapatkan Surga di Akhirat tapi tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri.
Mudah-mudahan kipas yang besar dan mengalirkan air bisa dipasang di dalam terowongan Mina dan bahkan diperbanyak demi menyelamakan nyawa manusia, karena tidak semua jemaah haji yang berada di terowongan Mina ingin meninggal di sana.
Semoga kisah diatas bisa menjadi salah satu referensi buat anda yang tengah menunaikan Ibadah Haji. Jangan lupa bawa semprotan seperti yang saya share diatas karena saya ingin anda semua selamat selama menunaikan ibadah haji dan mendapat Haji Mabrur serta bisa kembali ke Indonesia dengan selamat untuk berjumpa kembali dengan keluarga, anak, suami, istri ataupun saudara-saudara lainnya.
MENANTI DHUHA DI HIJIR ISMAIL 3
Abu Dhabi Airport
Setelah menikmati perjalanan dari
Jakarta ke Abu Dhabi dengan menggunakan pesawat, (maaf saya lupa berapa lama waktu
tempuhnya…red), tibalah kami di bandara di Abu Dhabi. Dan kami harus menunggu
sekitar 4-5 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah. Bandara di Abu Dhabi
ini adalah bandara yang bagus dan ramai. Tentunya menjadikan saya berkeinginan
untuk bekerja di Abu Dhabi. Selama menunggu jadwa berangkat berikutnya, banyak
jemaah-jemaah yang tidur, ada yang ngobrol dan ada yang jalan-jalan. Saya pun
jalan-jalan di sekitar ruang transit sambil mencari-cari tempat jual makanan.
Karena itu waktu hampir jam 2 pagi, kawatir saya bakal masuk angin makanya saya
mencari tempat makan dan saya pun mengajak istri saya tapi dia menolak dengan
alasan masih kenyang. Akhirnya saya mencari makan sendiri tapi sebelumnya saya
menukar mata uang Australia ke Mata Uang UEA.
Saya makan sekitar jam 2 pagi dan
saya memesan makanan di MCDonald dengan minumannya Pepsi Cola. Saya
menyantapnya sampai habis dan mungkin Cuma saya yang dari jemaah Raudoh makan
di sana karena sebagian sudah pada tidur di kursi-kursi ruang transit. Selesai
makan di MCDonald dan sekitar kurang lebih satu jam, perut saya merasa tidak
enak dan saya akhirnya ke toilet untuk buang air besar dan mencret. Semua isi
perut saya dikuras saat itu. Dan setelah saya keluar dari toilet Bandara, masuk
lagi karena process pembuangan kotoran dan rasa sakit perut saya belum berakhir
juga. Setelah dua atau tiga kali buang air besar, saya menjumpai istri saya
untuk minta obat sakit perut. Tapi tentunya yang diterima bukan obat tapi
teguran karena tidak menuruti apa yang dikatakan istriku. Tapi untungnya
pesawat masih lama berangkat sehingga saya bisa duduk-duduk dahulu
menghilangkan rasa sakit perut saya itu. Akhirnya saya merasa kapok untuk
meminum Pepsi Cola di pagi hari atau karena sebelumnya saya makan TomYam saat
di Jakarta sehingga terjadi kontaminasi antara Cola dengan Tom Yam. Tapi
entahlah mana yang benar yang penting saat itu saya tengah menahan rasa sakit
perut walaupun sudah diberi minyak angin atau balsam di atas perut saya.
Terus terang saya tidak pernah ada masalah
perut saat minum Pepsi Cola karena memang saya sangat suka dengan minuman
tersebut apalagi kalau capek berat, yach minumnya Coca Cola. Tapi entah kenapa
pas di Abu Dhabi, jadi seperti ini, selah-olah perutku menolak minuman bersoda
tersebut.
Saya hanya bisa mengucapkan itiqfar
berulang-ulang dan memohon ampun kepada Allah atas kekhilafan yang kuperbuat
bilamana aku melakukan kesalahan-kesalahan atas perbuatanku itu dan aku jadi
takut meminum minuman bersoda seperti Pepsi Cola. Saya pun hanya bisa meratapi
nasib karena kebodohanku akhirnya aku kena sakit perut padahal ini masih awal
perjalanan melaksanakan ibadah Haji. Aku pun merasa mungkin aku banyak berdosa
sehingga aku diuji dulu oleh Allah. Dan waktu itu aku berharap agar aku bisa
segera sembuh dari sakit perut sehingga aku bisa melaksanakan ibadah haji
dengan baik dan lancar. Untunglah walaupun dalam kondisi sakit perut, tapi
tidak menghantarkanku untuk kembali ke Toilet.
Akhirnya ketua rombongan kami, Pak Berry
meminta kami berkumpul kembali untuk segera masuk ke ruang tunggu pesawat. Tapi
itulah saya pikir ruang tunggu pesawat itu hanya berjarak sekitar 100 meter
saja tapi tak tahunya jaraknya lebih dari 1 kilometer dari tempat kami
menunggu. Dan terpaksalah kami berlari-lari kecil ataupun berjalan dengan cepat
agar segera tiba di ruang tunggu tersebut. Tak ayal, kami memerlukan waktu
sekitar 20 menit dan untunglah tidak ada satupun jamaah haji yang terpisah dari
rombongan
Kami berangkat Haji melalui Agent
Perjalanan Haji di Australia yang bernama Raudoh Hajj. Waktu itu ongkos biaya
perjalanan haji sekitar AUD$ 8.9000 /orang. Dan Jemaah Haji yang diberangkatkan
Agent Haji ini berjumlah 80 orang dan rata-rata yang ikut haji itu orang
Indonesia yang tinggal di Australia dimana ada Jemaah Haji dari Perth,
Adelaide, Brisbane, Darwin, Melbourne, Sydney dan Canberra. Jemaah Haji Raudoh
yang terbanyak berasal dari Sydney. Kalau kami dari Canberra berjumlah 8 orang
saja. Tapi jumlah kami saat itu yang
berangkat adalah sekitar 75 orang karena yang 5 orang lagi masih tertahan di
Australia
Walau perut terasa sakit, tetap saja
saya berzikir agar rasa sakit perut saya itu segera hilang. Kadang aku
beranggapan bahwa Allah sengaja mensucikan perut saya dari makanan dan minuman
haram sebelum masuk ke tana suci Makkah dan Madinah. Tapi hanya Allah lah yang
tahu kejadian sebenarnya saat itu.
Note :
saat berada di Makkah pun saya mencoba minum cola tapi saat meminum satu teguk ada terasa bunyi di dalam perutku dan akhirnya saya memutuskan tidak minum cola selama menunaikan ibadah haji. Mungkin perut saya tidak cocok dengan minuman bersoda saat Haji karena biasanya saya minum coca cola sebelum saya berangkat haji. Karena Coca Cola bikin badan jadi punya energi. (itu coca cola Australia bukan coca cola Indonesia..red)
Minggu, 23 April 2017
YOU ARE GOOD MAN (CERITA BERMALAM DI MUZDALIFAH)
Assalammualaikum Wr. Wb,
Penulis akan menceritakan suatu pengalaman dari menjalankan ibadah Haji tahun 2014 dimana penulis berjumpa dengan orang dari Amerika Serikat yang mengatakan bahwa penulis itu adalah orang baik "You are good man" sewaktu penulis bermalam di Muzdalifah. Maaf penulis tidak bermaksud Riya atau bagaimana, tapi disini penulis ingin berbagi cerita untuk mencari kebaikan dan pahala Allah, Karena apa pun yang kita perbuat baik di dunia di ketahui oleh orang lain dan juga Allah.
Waktu penulis menunaikan ibadah haji adalah penulis punya niatan disamping menyambut panggilan Allah, menjaga muhrim istri dan juga punya niatan berbuat baik kepada orang lain selama di kota suci Makkah dan Madinah. Tapi bukan berarti penulis tidak pernah berbuat baik selama menjalani kehidupan. Tapi penulis tidak mau cerita bagaimana penulis berbuat baik selama hidup tapi intinya perbanyak bersedekah dan menyantuni anak yatim.
Anggap saja seperti cerita sebelumnya dimana penulis membantu seorang kakek masuk ke Hijir Ismail , penulis anggap salah satu carai berbuat baik kepada sesama manusia.
Singkat cerita, waktu itu setelah jemaah haji berdiam di Arafah dan setelah matahari terbenam kami pun beranjak menuju ke Muzdalifah, untuk bermalam di sana. Dan sesampainya di Muzdalifah, kami pun berdiam dan duduk di lokasi dekat Toilet Umum. Dan tentunya banyak orang yang berlalu lalang di sana.
Kami waktu itu dibekali hanya mie istant (Pop Mie) sehingga setibanya kami di Muzdalifah, kami membeli Air Panas dengan Harga 1 Real untuk memasak mie instant tersebut dan juga minum teh yang tidak pahit. Jadi makan malam sewaktu di Muzdalifah adalah makan mie istant yang dikemas dalam pop mie. Memang tidak mudah mencari makanan di areal Muzdalifah. Yang hanya adalah tanah lapang dan toilet umum serta manusia.
Kami berencana menghabiskan 2/3 malam di sana. Setelah sampai di sana, kami pun berwudhu dan melaksanakan sholat Maghrib dan Isya dijamak dan berjamaah. Setelah itu kami pun tidur dan berusaha untuk tidur. Udara pada waktu itu panas karena mungkin banyak orang disekitar sana tapi mungkin terasa dingin dari hawa yang keluar dari Toilet Umum yang berada di dekat kami.
Seperti sebelumnya, penulis mempunyai kebiasaan jelek yaitu suka terbangun di malam hari, jadi mungkin pada waktu itu penulis terbangun pukul 12 malam dan penulis pun duduk dan melihat di sekitar, dimana masih banyak saja orang berlalu lalang di sekitar kami dan memang karena kami tidur di dekat toilet umum dimana banyak orang yang mau mandi, buang air kecil maupun besar. Dan termasuk saya juga.
Ketika terbangun , penulis mempunyai planning untuk ke toilet dan setelah itu mencari batu untuk melempar jumroh baik untuk diri sendiri maupun untuk istri saya. Sebelum ke toilet penulis membaca surah Yasin terlebih dahulu untuk memanfaatkan waktu berada disana, melaksanakan sholat tahajjud dan witir dan akhirnya membuat hajat besar maupun kecil di toilet umum di dekat kami tidur.
Saat penulis melangkah ke toilet umum, terlihat pimpinan rombongan haji tidur di tempat dimana orang berlalu lalang dan herannya beliau bisa tidur padahal tentunya banyak dilangkahi orang saat orang berjalan.
Setelah kembali dari Toilet Umum dan melangkah ke pinggiran Toilet umum tersebut, penulis melihat banyak sekali bebatuan yang ada disekitarnya. Tapi sebelumnya penulis sudah survey sebelum tidur dan mungkin membantu orang mencari batu-batu tersebut tapi kebiasaan jelek penulis adalah suka menunda-nunda pekerjaan.
Akhirnya penulis jongkok dan sibuk mencari-cari batu-batu untuk melempar jumroh. Ketika penulis memilih batu-batu yang ada di halaman sekitar toilet umum , Tiba-tiba. ada seorang gadis dari Afrika karena badannya rada hitam dan duduk jongkok di sebelah saya dan sibuk juga mencari batu-batuan.
Dan akhirnya dia mengajak ngobrol penulis dan bertanya dalam bahasa English (tapi dalam cerita ini penulis akan mentranslate ke dalam bahasa Indonesia...red)
"Assalammualaikum," sapanya
"Waalaikum salam," Jawab saya, sebenarnya penulis berharap ada wanita cantik dan putih disebelah penulis yang mencari batu tapi walaupun hitam tapi nampaknya cantik. karena penulis lihat wajahnya masih muda. dan pada waktu itu nampaknya dia berdua dengan temannya atau mamaknya. karena yang satunya terlihat lebih tua dari dia.
"Tahukah kami sebesar apa batu yang perlu kita siapkan untuk melempar jumroh", tanya dia lagi
"Ada baiknya batu-batunya tidak perlu besar-besar dan cukup ukuran seperti ini "jawab saya menunjukkan batu-batu yang saya telah pilih.
"Lagian sebenarnya yang kita lempar itu adalah sifat jelek kita atau diri kita atau setan yang ada didiri kita atau hawa nafsu kita (pilih saja mana yang baik menurut pembaca...red) . Tiang itu cerminan dari setan yang ada diri kita." jawab menjelaskannya kembali. Saya dengar cerita dari Ustaz mengenai Melempar Jumroh sehingga saya bisa cerita ke cewek itu.
"Lagipun tempat lempar jumrohnya lebar dan luar, sehingga dengan batu kecil seperti ini akan sampai mengenai tiang simbol setan tersebut", jawab saya lagi.
"Oh oke saya mengerti dan jadi batu sebesar ini boleh", katanya lagi
"Ya boleh saja, jadi seperti itu dan disini banyak ", jawab saya.
Setelah itu dia mengucapkan terima kasih dan sama-sama mencari batu dan entah kenapa setelah itu tidak ada percakapan lagi dan nampaknya dia asyik mencari batu dengan temannya .
Setelah saya selesai mencari batu untuk melempar Jumroh dan saya rasa cukup untuk istri dan saya, akhirnya saya berdiri sambil menoleh ke kiri dan ke kanan. Dan tiba-tiba saya disapa orang lagi.
"You are good man", sapa dia sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
"Thanks ", jawab saya salah tingkah karena tidak menyangka akan ada orang yang menyapa saya. Saya pun tidak tahu darimana dia tahu saya orang baik (hehehehe) , apakah dia selama ini memperhatikan saya dimana saya berada atau sesaat dimana kala itu membantu wanita Afrika mencari batu-batuan.
Perawakannya kurus proporsi dan tingginya lebih sedikit dari saya (tinggi saya 176 cm) dan berjanggut , berambut gondrong dan memakai baju ihram.
Untuk menghilangkan kebisuan sesaat dan juga rasa GR yang berlebihan karena dibilang "Orang Baik" maka saya pun bertanya
"Kamu dari mana? "
Dan dia menjawab kalau dia dari kota kecil di Amerika Serikat, dan dia menyebutkan nama kotanya tapi saya lupa pastinya nama kotanya. Mungkin saja Memphis dan dia menyebut semua komunitas kecil di Memphis. Dan namanya pun lupa. Dan saya lupa berphoto bersama dia waktu itu.
Saya bilang saya dari Indonesia tapi mengambil haji dari Australia karena saya tinggal di Canberra.
Setelah itu kami berdua pamitan karena dia mau melanjutkan perjalanannya, mungkin saja mencari rombongannya karena waktu itu dia hanya melintas melewati rombongan jemaah haji kami yang tidur di sebelah toilet. Dan saya pun kembali ke rombongan dan duduk kembali ke tikar saya dan kembali untuk tidur.
Terus terang saya tidak tahu siapa laki-laki itu dan waktu itu saya anggap hal yang biasa karena saya biasa di tegur dan di sapa orang saat menjalankan ibadah Haji. Yang herannya kok dia tiba bilang saya ini orang baik dan dari mana dia tahu atau apakah dia lihat kebaikan saya , padahal jamaah haji yang berada di tanah suci itu lebih dari dua juta orang. Dan saya pun tidak pernah melihat orang itu dan juga untuk Amerika Serikat tidak satu tenda di Mina.
Saya sempat beranggapan bahwa itu adalah Nabi Khidir tapi setelah saya baca-baca dan bertanya ke orang yang ngerti agama dalah bahwa Nabi Khidir sudah wafat.
Hikmah dari cerita ini adalah kita tidak tahu apakah ada yang memperhatikan pada saat kita berbuat baik dengan sesama mahluk hidup, kita tidak tahu apakah ada yang mencatat kebaikan kita tapi kita hanya menjalankan dan melaksanakan sikap berbuat baik hanya karena ingin berbakti kepada Allah dan mendapat ridho dari Allah.
Penulis bukan orang baik karena masih banyak orang yang tak suka dengan penulis tapi penulis selalu berniat untuk membantu orang lain dan mencari kebaikan semata-mata karena Allah.
Lelaki itu saya tidak tahu siapa dan kenapa dia bisa bilang " You are Good Man" dan menyodorkan tanggannya kepada penulis untuk bersalaman
Semoga kita semua terhindar dari sifat-sifat sombong
Wasaalam
23 April 2017
Penulis akan menceritakan suatu pengalaman dari menjalankan ibadah Haji tahun 2014 dimana penulis berjumpa dengan orang dari Amerika Serikat yang mengatakan bahwa penulis itu adalah orang baik "You are good man" sewaktu penulis bermalam di Muzdalifah. Maaf penulis tidak bermaksud Riya atau bagaimana, tapi disini penulis ingin berbagi cerita untuk mencari kebaikan dan pahala Allah, Karena apa pun yang kita perbuat baik di dunia di ketahui oleh orang lain dan juga Allah.
Waktu penulis menunaikan ibadah haji adalah penulis punya niatan disamping menyambut panggilan Allah, menjaga muhrim istri dan juga punya niatan berbuat baik kepada orang lain selama di kota suci Makkah dan Madinah. Tapi bukan berarti penulis tidak pernah berbuat baik selama menjalani kehidupan. Tapi penulis tidak mau cerita bagaimana penulis berbuat baik selama hidup tapi intinya perbanyak bersedekah dan menyantuni anak yatim.
Anggap saja seperti cerita sebelumnya dimana penulis membantu seorang kakek masuk ke Hijir Ismail , penulis anggap salah satu carai berbuat baik kepada sesama manusia.
Singkat cerita, waktu itu setelah jemaah haji berdiam di Arafah dan setelah matahari terbenam kami pun beranjak menuju ke Muzdalifah, untuk bermalam di sana. Dan sesampainya di Muzdalifah, kami pun berdiam dan duduk di lokasi dekat Toilet Umum. Dan tentunya banyak orang yang berlalu lalang di sana.
Kami waktu itu dibekali hanya mie istant (Pop Mie) sehingga setibanya kami di Muzdalifah, kami membeli Air Panas dengan Harga 1 Real untuk memasak mie instant tersebut dan juga minum teh yang tidak pahit. Jadi makan malam sewaktu di Muzdalifah adalah makan mie istant yang dikemas dalam pop mie. Memang tidak mudah mencari makanan di areal Muzdalifah. Yang hanya adalah tanah lapang dan toilet umum serta manusia.
Kami berencana menghabiskan 2/3 malam di sana. Setelah sampai di sana, kami pun berwudhu dan melaksanakan sholat Maghrib dan Isya dijamak dan berjamaah. Setelah itu kami pun tidur dan berusaha untuk tidur. Udara pada waktu itu panas karena mungkin banyak orang disekitar sana tapi mungkin terasa dingin dari hawa yang keluar dari Toilet Umum yang berada di dekat kami.
Seperti sebelumnya, penulis mempunyai kebiasaan jelek yaitu suka terbangun di malam hari, jadi mungkin pada waktu itu penulis terbangun pukul 12 malam dan penulis pun duduk dan melihat di sekitar, dimana masih banyak saja orang berlalu lalang di sekitar kami dan memang karena kami tidur di dekat toilet umum dimana banyak orang yang mau mandi, buang air kecil maupun besar. Dan termasuk saya juga.
| photo diambil dari atas Toilet Umum |
Saat penulis melangkah ke toilet umum, terlihat pimpinan rombongan haji tidur di tempat dimana orang berlalu lalang dan herannya beliau bisa tidur padahal tentunya banyak dilangkahi orang saat orang berjalan.
Setelah kembali dari Toilet Umum dan melangkah ke pinggiran Toilet umum tersebut, penulis melihat banyak sekali bebatuan yang ada disekitarnya. Tapi sebelumnya penulis sudah survey sebelum tidur dan mungkin membantu orang mencari batu-batu tersebut tapi kebiasaan jelek penulis adalah suka menunda-nunda pekerjaan.
Akhirnya penulis jongkok dan sibuk mencari-cari batu-batu untuk melempar jumroh. Ketika penulis memilih batu-batu yang ada di halaman sekitar toilet umum , Tiba-tiba. ada seorang gadis dari Afrika karena badannya rada hitam dan duduk jongkok di sebelah saya dan sibuk juga mencari batu-batuan.
Dan akhirnya dia mengajak ngobrol penulis dan bertanya dalam bahasa English (tapi dalam cerita ini penulis akan mentranslate ke dalam bahasa Indonesia...red)
"Assalammualaikum," sapanya
| Jemaah Haji tidur berdiam 2/3 malam di Muzdalifah |
"Tahukah kami sebesar apa batu yang perlu kita siapkan untuk melempar jumroh", tanya dia lagi
"Ada baiknya batu-batunya tidak perlu besar-besar dan cukup ukuran seperti ini "jawab saya menunjukkan batu-batu yang saya telah pilih.
"Lagian sebenarnya yang kita lempar itu adalah sifat jelek kita atau diri kita atau setan yang ada didiri kita atau hawa nafsu kita (pilih saja mana yang baik menurut pembaca...red) . Tiang itu cerminan dari setan yang ada diri kita." jawab menjelaskannya kembali. Saya dengar cerita dari Ustaz mengenai Melempar Jumroh sehingga saya bisa cerita ke cewek itu.
"Lagipun tempat lempar jumrohnya lebar dan luar, sehingga dengan batu kecil seperti ini akan sampai mengenai tiang simbol setan tersebut", jawab saya lagi.
"Oh oke saya mengerti dan jadi batu sebesar ini boleh", katanya lagi
"Ya boleh saja, jadi seperti itu dan disini banyak ", jawab saya.
Setelah itu dia mengucapkan terima kasih dan sama-sama mencari batu dan entah kenapa setelah itu tidak ada percakapan lagi dan nampaknya dia asyik mencari batu dengan temannya .
Setelah saya selesai mencari batu untuk melempar Jumroh dan saya rasa cukup untuk istri dan saya, akhirnya saya berdiri sambil menoleh ke kiri dan ke kanan. Dan tiba-tiba saya disapa orang lagi.
"You are good man", sapa dia sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
| Tidur dengan rapi dan ikhlas mengharap ridho Allah |
Perawakannya kurus proporsi dan tingginya lebih sedikit dari saya (tinggi saya 176 cm) dan berjanggut , berambut gondrong dan memakai baju ihram.
Untuk menghilangkan kebisuan sesaat dan juga rasa GR yang berlebihan karena dibilang "Orang Baik" maka saya pun bertanya
"Kamu dari mana? "
Dan dia menjawab kalau dia dari kota kecil di Amerika Serikat, dan dia menyebutkan nama kotanya tapi saya lupa pastinya nama kotanya. Mungkin saja Memphis dan dia menyebut semua komunitas kecil di Memphis. Dan namanya pun lupa. Dan saya lupa berphoto bersama dia waktu itu.
Saya bilang saya dari Indonesia tapi mengambil haji dari Australia karena saya tinggal di Canberra.
Setelah itu kami berdua pamitan karena dia mau melanjutkan perjalanannya, mungkin saja mencari rombongannya karena waktu itu dia hanya melintas melewati rombongan jemaah haji kami yang tidur di sebelah toilet. Dan saya pun kembali ke rombongan dan duduk kembali ke tikar saya dan kembali untuk tidur.
Terus terang saya tidak tahu siapa laki-laki itu dan waktu itu saya anggap hal yang biasa karena saya biasa di tegur dan di sapa orang saat menjalankan ibadah Haji. Yang herannya kok dia tiba bilang saya ini orang baik dan dari mana dia tahu atau apakah dia lihat kebaikan saya , padahal jamaah haji yang berada di tanah suci itu lebih dari dua juta orang. Dan saya pun tidak pernah melihat orang itu dan juga untuk Amerika Serikat tidak satu tenda di Mina.
Saya sempat beranggapan bahwa itu adalah Nabi Khidir tapi setelah saya baca-baca dan bertanya ke orang yang ngerti agama dalah bahwa Nabi Khidir sudah wafat.
Hikmah dari cerita ini adalah kita tidak tahu apakah ada yang memperhatikan pada saat kita berbuat baik dengan sesama mahluk hidup, kita tidak tahu apakah ada yang mencatat kebaikan kita tapi kita hanya menjalankan dan melaksanakan sikap berbuat baik hanya karena ingin berbakti kepada Allah dan mendapat ridho dari Allah.
Penulis bukan orang baik karena masih banyak orang yang tak suka dengan penulis tapi penulis selalu berniat untuk membantu orang lain dan mencari kebaikan semata-mata karena Allah.
Lelaki itu saya tidak tahu siapa dan kenapa dia bisa bilang " You are Good Man" dan menyodorkan tanggannya kepada penulis untuk bersalaman
Semoga kita semua terhindar dari sifat-sifat sombong
Wasaalam
23 April 2017
MAAF ISTRIKU, AKU TIDAK BISA MENGAJAKMU KE HIJIR ISMAIL
Assalammualaikum,
Dibawa ini adalah cerita lainnya ketika sedang berada di Hijir Ismail saat menjalankan ibadah Haji tahun 2014 yang lalu. Berikut kisah yang terjadi dan ini adalah copy paste dari blog saya yang lainnya.
Ada sedikit rasa bersalah kepada istriku saat aku menceritakan kesan-kesanku pada saat naik haji beberapa bulan yang lalu dihadapan teman-teman pengajian dimana aku berkumpul untuk menambah rasa keimananku kepada Allah.
Aku ceritakan bahwa aku setiap hari masuk ke dalam hijir ismail baik itu di kala pagi, siang ataupun malam Anggaplah aku merasa bangga karena setiap keinginanku untuk masuk ke dalam Hijir Ismail, dikabulkan oleh Allah. Apalagi aku sempat memandu orang tua asal Jawa Tengah Untuk masuk ke dalam Hijir Ismail.
Aku baru sadar bahwa rasa ketidak sukaan istriku dikarenakan aku pergi
sendirian tanpa mengajak dia ke Hijir Ismail. Tapi aku punya alasan
tersendiri kenapa aku tidak bisa mengajak istriku ke dalam Hijir Ismail
untuk sholat sunnah ataupun berdoa kepada Allah. Alasannya bahwa Aku
Tidak Bisa Menjaga Muhrimku saat aku berusaha masuk dan bertahan di
dalam Hijir Ismail. Karena masuk ke dalam Hijir Ismail di musim haji
ini, ibarat masuk ke dalam suatu tempat yang sempit dan belum bisa
dipastikan kapan bisa keluar dari tempat itu kecuali berdoa kepada
Allah. Juga saat memasuki Hijir Ismail pun tergantung kata hatiku, kalau
kata hatiku bilang "Kita bisa masuk sekarang" maka aku masuk dan bila
tidak boleh masuk, tidak ada celetukan di dalam hatiku.
Aku setiap mau masuk ke dalam Hijir Ismail, pertama yang kulakukan adalah membaca Al Qur'an minimal 1 juz. Ya Aku membaca Al Qur'an 1 juz, dengan harapan Allah memberiku kekuatan untuk bisa masuk ke dalam Hijir Ismail. Dan juga perasaan saya apabila saya telah membaca Al Qur'an , badanku terasa kuat dan perasaan seluruh badanku baik tangan, kaki, hati maupun pikiranku, Ikhlas membawaku ke dalam Hijir Ismail. Mungkin itulah terapi yang kulakukan agar aku bisa menembus masuk ke dalam Hijir Ismail di Kala Musim Haji.
Jadi saya memang sengaja tidak mengajak istri saya ke dalam Hijir Ismail, dengan beberapa alasan, yaitu : (Coba lihat dalam gambar di atas..red)
1. Aku terus terang tidak akan bisa menjaga Muhrim Istiku saat ingin masuk dan keluar, dikarenakan pintu masuknya cuma satu dan hanya berukuran sekitar 4-5 meter saja.Dan tentunya berhimpit-himpitan dan tentunya pelecehan seksual akan terjadi di sana baik sengaja atau tidak sengaja.
2. Kalau dilihat pada gambar, berapa persenkah wanita berada di dalam Hijir Ismail? Tentunya tidak sebesar persentase pria. Jadi wanita bisa menjadi obyek pelecehan seksual kan?
3. Aku saja kadang tidak bisa menjaga diriku atau barang yang kubawa saat berada di dalam sana, karena aku harus mengikuti arus manusia yang mau masuk ataupun mau keluar. Dan mungkin saja Hp saya hilang saat saya mengajak orang tua untuk masuk ke dalam sana. Sehingga aku lalai dengan barang-barang yang kubawa, Alapagi bila aku harus menjaga istriku saat berada di sana.
4, Aku juga secara tidak sengaja melakukan pelecehan seksual ketika tanganku menyentuh dada seorang wanita karena saat itu aku sedang melindungi orang lain yang sedang sholat sunnah dan wanita itu mendapat dorongan dari belakang dan akhirnya mengenai tanganku, Aku pun terkejut dan meminta maaf serta berusaha melepaskan tangan dari himpitan dadanya walau akhirnya laki-laki yang kulindungi saat sholat terganggu karena aku melepaskan perlindunganku.
5. Orang2 di dalam sana, kebanyakan sudah banyak dimiliki oleh setan sehingga tidak ada lagi rasa pengertian dan rasa sabar dan santun karena semua punya keinginan yang sama untuk beribadah kepada Allah. Tapi tentunya Allah memikirkan ibadah mereka yang menzalimi orang lain saat beribadah kepada Allah di dalam Hijir Ismail.
Dan lagi saat saya berada di dalam sana, ada seorang ibu-ibu kerasukan setan, karena mukanya menunjukkan rasa marah dan memukul-mukul seorang laki-laki yang tengah berdoa sambil memegang dinding Kabah. Mungkin sekitar 5-6 kali atau lebih, ibu itu tanpa sadar memukul. Akhirnya akhirnya saya bisa bilang ke Ibu itu,"Bu! jangan kayak begitu, Ini rumah Allah, harusnya ibu berbuat baik. Macam mana ibu mau haji kayak begini...!! Dan akhirnya teman ibu itu menyadarkan dia dan berusaha memegang tangannya agar tidak memukul lelaki itu.
6. Untuk sholat sunnah dan berdoa saja susah dan harus pandai-pandai berbuat baik kepada orang lain, agar pada saat kita sholat sunnah, kita tidak diinjak-injak orang pada saat sujud. Maksudnya kita berusaha menjaga orang lain saat dia sholat dan saat berdoa. Sering kali saya mengingatkan orang yang sujudnya berlama-lama, agar tidak berlama-lama saat sujud dan saat sholat, karena resiko diinjak-injak orang, bisa saja terjadi. Malah ada sekelompok orang yang sholat di dekat pintu masuk Hijir Ismail.
Jadi kesimpulan dari cerita di atas bahwa Aku tidak mengajak istriku ke dalam Hijir Ismail saat musim haji dikarenakan Aku tidak bisa menjaga muhrimnya, orang-orang di dalam sana sudah dirasuki oleh setan karena tidak sabar, punya emosi tinggi dan kadang berantem satu sama lain untuk mendapatkan posisi yang pas untuk sholat, terjadi pelecehan seksual baik sengaja maupun tidak sengaja dan tidak aman bagi seorang wanita berada di dalam sana saat musim Haji.
Insya Allah, bila umurku panjang, punya rejeki dan uang yang melimpah dan aku masih bersama istriku dalam rumah tangga, aku akan mengajak istriku dan anak-anakku dalam Hijir Ismail saat Umroh, karena Insya Allah aku bisa menjaga mereka saat masuk, keluar dan berada di dalam Hijir Ismail.
Insya Allah, istriku bisa mengerti alasan-alasan tersebut diatas..Dan bisa memaafkan kesalahanku untuk tidak membawa dia ke dalam Hijir Ismail di waktu musim Haji.
Canberra, 30 November 2014.
Note :
Saat Kami melakukan Haji Wada, saya tidak melihat lagi orang bertebaran di dalam Hijir Ismail. Dan saya mendapat alasan bahwa tidak aman bila Hijir Ismail di buka saat kondisi jemaah Haji yang membeludak seperti itu. Karena memasuki Rumah Allah, kita harus sabar dan ikhlas bila ingin mendapat senyuman yang terindah dari Malaikat penjaga Hijir Ismail.
cerita ini pernah dibuat di blog saya yang lain.
https://pujanggapiping.blogspot.co.id/2014/11/kenapa-aku-tidak-mengajak-istriku-ke.html
Dibawa ini adalah cerita lainnya ketika sedang berada di Hijir Ismail saat menjalankan ibadah Haji tahun 2014 yang lalu. Berikut kisah yang terjadi dan ini adalah copy paste dari blog saya yang lainnya.
Ada sedikit rasa bersalah kepada istriku saat aku menceritakan kesan-kesanku pada saat naik haji beberapa bulan yang lalu dihadapan teman-teman pengajian dimana aku berkumpul untuk menambah rasa keimananku kepada Allah.
Aku ceritakan bahwa aku setiap hari masuk ke dalam hijir ismail baik itu di kala pagi, siang ataupun malam Anggaplah aku merasa bangga karena setiap keinginanku untuk masuk ke dalam Hijir Ismail, dikabulkan oleh Allah. Apalagi aku sempat memandu orang tua asal Jawa Tengah Untuk masuk ke dalam Hijir Ismail.
| Ramainya Jemaah Haji yang memadati Hijir Ismail |
| Jemaah Haji Indonesia sedang Sholat Sunnah |
Aku setiap mau masuk ke dalam Hijir Ismail, pertama yang kulakukan adalah membaca Al Qur'an minimal 1 juz. Ya Aku membaca Al Qur'an 1 juz, dengan harapan Allah memberiku kekuatan untuk bisa masuk ke dalam Hijir Ismail. Dan juga perasaan saya apabila saya telah membaca Al Qur'an , badanku terasa kuat dan perasaan seluruh badanku baik tangan, kaki, hati maupun pikiranku, Ikhlas membawaku ke dalam Hijir Ismail. Mungkin itulah terapi yang kulakukan agar aku bisa menembus masuk ke dalam Hijir Ismail di Kala Musim Haji.
Jadi saya memang sengaja tidak mengajak istri saya ke dalam Hijir Ismail, dengan beberapa alasan, yaitu : (Coba lihat dalam gambar di atas..red)
1. Aku terus terang tidak akan bisa menjaga Muhrim Istiku saat ingin masuk dan keluar, dikarenakan pintu masuknya cuma satu dan hanya berukuran sekitar 4-5 meter saja.Dan tentunya berhimpit-himpitan dan tentunya pelecehan seksual akan terjadi di sana baik sengaja atau tidak sengaja.
2. Kalau dilihat pada gambar, berapa persenkah wanita berada di dalam Hijir Ismail? Tentunya tidak sebesar persentase pria. Jadi wanita bisa menjadi obyek pelecehan seksual kan?
3. Aku saja kadang tidak bisa menjaga diriku atau barang yang kubawa saat berada di dalam sana, karena aku harus mengikuti arus manusia yang mau masuk ataupun mau keluar. Dan mungkin saja Hp saya hilang saat saya mengajak orang tua untuk masuk ke dalam sana. Sehingga aku lalai dengan barang-barang yang kubawa, Alapagi bila aku harus menjaga istriku saat berada di sana.
4, Aku juga secara tidak sengaja melakukan pelecehan seksual ketika tanganku menyentuh dada seorang wanita karena saat itu aku sedang melindungi orang lain yang sedang sholat sunnah dan wanita itu mendapat dorongan dari belakang dan akhirnya mengenai tanganku, Aku pun terkejut dan meminta maaf serta berusaha melepaskan tangan dari himpitan dadanya walau akhirnya laki-laki yang kulindungi saat sholat terganggu karena aku melepaskan perlindunganku.
5. Orang2 di dalam sana, kebanyakan sudah banyak dimiliki oleh setan sehingga tidak ada lagi rasa pengertian dan rasa sabar dan santun karena semua punya keinginan yang sama untuk beribadah kepada Allah. Tapi tentunya Allah memikirkan ibadah mereka yang menzalimi orang lain saat beribadah kepada Allah di dalam Hijir Ismail.
Dan lagi saat saya berada di dalam sana, ada seorang ibu-ibu kerasukan setan, karena mukanya menunjukkan rasa marah dan memukul-mukul seorang laki-laki yang tengah berdoa sambil memegang dinding Kabah. Mungkin sekitar 5-6 kali atau lebih, ibu itu tanpa sadar memukul. Akhirnya akhirnya saya bisa bilang ke Ibu itu,"Bu! jangan kayak begitu, Ini rumah Allah, harusnya ibu berbuat baik. Macam mana ibu mau haji kayak begini...!! Dan akhirnya teman ibu itu menyadarkan dia dan berusaha memegang tangannya agar tidak memukul lelaki itu.
6. Untuk sholat sunnah dan berdoa saja susah dan harus pandai-pandai berbuat baik kepada orang lain, agar pada saat kita sholat sunnah, kita tidak diinjak-injak orang pada saat sujud. Maksudnya kita berusaha menjaga orang lain saat dia sholat dan saat berdoa. Sering kali saya mengingatkan orang yang sujudnya berlama-lama, agar tidak berlama-lama saat sujud dan saat sholat, karena resiko diinjak-injak orang, bisa saja terjadi. Malah ada sekelompok orang yang sholat di dekat pintu masuk Hijir Ismail.
Jadi kesimpulan dari cerita di atas bahwa Aku tidak mengajak istriku ke dalam Hijir Ismail saat musim haji dikarenakan Aku tidak bisa menjaga muhrimnya, orang-orang di dalam sana sudah dirasuki oleh setan karena tidak sabar, punya emosi tinggi dan kadang berantem satu sama lain untuk mendapatkan posisi yang pas untuk sholat, terjadi pelecehan seksual baik sengaja maupun tidak sengaja dan tidak aman bagi seorang wanita berada di dalam sana saat musim Haji.
Insya Allah, bila umurku panjang, punya rejeki dan uang yang melimpah dan aku masih bersama istriku dalam rumah tangga, aku akan mengajak istriku dan anak-anakku dalam Hijir Ismail saat Umroh, karena Insya Allah aku bisa menjaga mereka saat masuk, keluar dan berada di dalam Hijir Ismail.
Insya Allah, istriku bisa mengerti alasan-alasan tersebut diatas..Dan bisa memaafkan kesalahanku untuk tidak membawa dia ke dalam Hijir Ismail di waktu musim Haji.
Canberra, 30 November 2014.
Note :
Saat Kami melakukan Haji Wada, saya tidak melihat lagi orang bertebaran di dalam Hijir Ismail. Dan saya mendapat alasan bahwa tidak aman bila Hijir Ismail di buka saat kondisi jemaah Haji yang membeludak seperti itu. Karena memasuki Rumah Allah, kita harus sabar dan ikhlas bila ingin mendapat senyuman yang terindah dari Malaikat penjaga Hijir Ismail.
cerita ini pernah dibuat di blog saya yang lain.
https://pujanggapiping.blogspot.co.id/2014/11/kenapa-aku-tidak-mengajak-istriku-ke.html
Langganan:
Komentar (Atom)
WUKUF DI ARAFAH SEPERTI DI TAMAN SURGA
Saya mencoba ngeshare lagi pengalaman sewaktu menunaikan ibadah haji tahun 2014 yang lalu dan kali ini cerita mengenai pengalaman sewaktu wu...
-
Saya mencoba menshare pengalaman Ibadah Haji tahun 2014 lalu dan kali ini mengenai semprotan air. Semprotan air ini dengan kipas di atasn...
-
Assalammualaikum Wr. Wb, Di depan pintu gerbang ini penulis mencium bau wangi seperti bau Malaikat Penulis ingin menceritakan kembal...
-
Saya mencoba ngeshare lagi pengalaman sewaktu menunaikan ibadah haji tahun 2014 yang lalu dan kali ini cerita mengenai pengalaman sewaktu wu...

