Senin, 31 Juli 2017

KETIKA SEMPROTAN AIR MENYELAMATKAN NYAWA MANUSIA DI TEROWONGAN MINA


Saya mencoba menshare pengalaman Ibadah Haji tahun 2014 lalu dan kali ini mengenai semprotan air. Semprotan air ini dengan kipas di atasnya akan membuat kita menjadi segar saat menghadapi udara panas saat menunaikan ibadah Haji di Makkah. Kalau di Madinah, kita tidak terlalu memerlukan Semprotan Air ini karena ibadah kita hanyalah ke Masjid Nabawi dan routenya Hotel ke Masjid Nabawi. Dan cuaca di Madinah dan di Makkah, bagi saya itu berbeda karena udara di Makkah lebih panas dari udara di Madinah. 

Kenapa kita memerlukan semprotan air ini, semprotan air ini diperlukan saat kita melaknakan beberapa rukun dan wajib haji dimana semprotan air ini sangat di perlukan pada saat kita berada di Mina, berjalan kaki dari Tenda Mina menuju ke tempat melempar jumroh, dalam terowongan Mina, saat di Muzdalifah, saat wukuf di Arafah, saat tawaf dan sa'i ataupun dimana saja bahkan teman saya ada yang pakai di hotel atau saat di Bus. Jadi Semprotan air ini diperlukan bagi anda yang tidak tahan panas. 

Jangan dianggap enteng efek panas yang ada di Makkah karena ada beberapa jemaah yang akhirnya pingsan akibat kelelahan dan dehidrasi bahkan bisa menyebabkan Heat Stroke. 

Harganya tidak terlalu mahal, mungkin sekitar 60 ribu rupiah, dan dulu saya beli ini di Toko Bin Dawood, semua toko Bin Dawood ada menjual semprotan air ini. Ada kipasnya, dan air dimasukkan ke bagian bawah semprotan air tersebut. Airnya di isi saja air Zam-Zam dan sediakan botol khusus untuk menampung air zam-zam sehingga jika air pada semprotan bisa ditambah lagi. Ada bateree yang dipasang untuk menjalankan kipasnya. nanti air keluar pada saat kita menekan tombol yang berwarna abu-abu seperti pada gambar.  Semprotan air ini sangat-sangat bermanfaat buat anda yang melakukan Ibadah haji pada umumnya.

Photo disamping ini adalah tangan saya yang diphoto oleh salah satu jemaah kami. Dimana waktu itu saya sedang menyemprotkan air ke semua rekan-rekan jemaah haji kami agar mereka dapat diberikan kesegaran saat melakukan tawaf kala itu. Karena tawaf itu berdesak-desakan dan menguras tenaga.
photo diambil dari koleksi Ibu Astri Nugraha

Saya selalu membawa Air Minum dalam botol dan juga Semprotan air ini kemanapun saya pergi selama di Makkah, dan biasanya saya gunakan pada saat kondisi ramai dan berjalan kaki. Kebanyakan digunakan di Terowongan Mina dan sewaktu Tawaf, karena untuk waktu-waktu lainnya jemaah haji kami sudah punya masing-masing dan cuma heran saja kenapa mereka tidak membawa semprotan air tersebut ketika melewati terowongan Mina.

Ketika saya semprot ke muka saya dan ke tangan saya, saya merasa segar dan kadang jemaah kami minta saya menyemprotkan air ke muka mereka dan juga tak kala jemaah haji dari negara lain pun meminta saya menyemprotkan air ke mukanya. Dan sungguh-sungguh sangat bermanfaat sekali memiliki semprotan air ini. Dan saya Insha Allah dapat pahala dengan menyemprotkan air ke mereka.

Kejadian di terowongan Mina itu sungguh-sungguh panas sekali manalagi jaraknya cukup jauh menuju ke tempat melempar jumroh, sehingga banyak yang kepanasan dan dehidrasi seperti yang dialami oleh seorang bapak orang Indonesia yang waktu di terowongan Mina, saya lihat tengah dikerubungi orang dimana bapak itu terduduk lemas dan walau sudah dikasih air minum masih saja lemas dan tak mampu melanjutkan perjalanan. Akhirnya saya semprotkan saja air zamzam dari semprotan air ke muka Bapak itu berkali-kali dan berdo'a agar Bapak tersebut bisa segar kembali. Tapi tindakan saya waktu itu seolah-oleh mendapat hambatan dari seorang ibu yang ada di sana. karena dia melarang saya menyemprotkan air ke muka bapak itu. Tapi saya cuek dan tetap menyemprotkan air tersebut ke muka bapak itu. Dan dirasa sudah banyak air yang saya semprotkan , akhirnya saya melanjukan perjalanan untuk melempar jumroh. 

Setelah itu, Saya dengar dari pembimbing haji kami bahwa bapak itu hampir mati karena sudah lemas. jadi pembimbing haji kami memijat-mijat bapak itu agar bapak itu segera pulih kembali dan Alhamdulillah katanya sudah pulih. 

Tidak hanya itu saja, ada juga seorang ibu-ibu warga berwajah India tapi saya tidak tahu persis dari negara mana, ditandu oleh beberapa orang dan dalam keadaan lemas, langsung saja saya semprotkan air zam-zam ke mukanya berulang-ulang dengan harapan semoga ibu itu lekas sadar. 

Semprotan air dijual di Canberra Australia dengan harga  AUD $5
Sedikit Catatan di Terowongan Mina :
Di Terowongan Mina, walaupun sudah dipasang kipas tapi tidak ada airnya, sedangkan para jemaah haji memerlukan air untuk mengadapi dehidrasi atau panas akibat berada di terowongan dengan jumlah jemaah yang ramai seperti itu. Mudah-mudahan saat ini kipas dengan disambungkan ke air sudah dipasang di terowongan Mina. Kalau hanya kipas saja tidaklah cukup. 

Banyak kejadian orang kena dehidrasi di dalam terowongan Mina sehingga mereka lemas dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. Walaupun sudah dipasang eskalor berjalan tapi kapasitasnya tidak mampu menampung orang segitu banyaknya. Air tetap saja di perlukan di dalam terowongan itu. Dan selama melewati terowongan tidak ada dijumpai tempat air minum. Walaupun ada tempat-tempat istirahatnya.

Banyak jemaah haji termasuk dari Indonesia, itu tidak pernah membawa air minum saat berjalan melewati terowongan Mina karena mungkin saja mereka bingung mau diletakkan dimana air minumnya. karena mereka tidak mempunyai tas yang agak besar untuk air minum. Makanya saya selalu membawa tas yang sedikit besar untuk menampung botol minuman yang banyak agar bisa dibagi-bagi ke jemaah Indonesia. Kebetulan persediaan air minum di Group Haji kami tidak terbatas.

Dan yang ngeri nya lagi banyak jemaah haji yang sudah tua pun tidak membawa air minum. Dan itu cukup membahayakan nyawa mereka. Tapi mungkin kadang ada beberapa jemaah yang ingin meninggal di Makkah dan Madinah agar mendapatkan Surga di Akhirat tapi tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri. 

Mudah-mudahan kipas yang besar dan mengalirkan air bisa dipasang di dalam terowongan Mina dan bahkan diperbanyak demi menyelamakan nyawa manusia, karena tidak semua jemaah haji yang berada di terowongan Mina ingin meninggal di sana.

Semoga kisah diatas bisa menjadi salah satu referensi buat anda yang tengah menunaikan Ibadah Haji. Jangan lupa bawa semprotan seperti yang saya share diatas karena saya ingin anda semua selamat selama menunaikan ibadah haji dan mendapat Haji Mabrur serta bisa kembali ke Indonesia dengan selamat untuk berjumpa kembali dengan keluarga, anak, suami, istri ataupun saudara-saudara lainnya.





MENANTI DHUHA DI HIJIR ISMAIL 3



Abu Dhabi Airport


 Setelah menikmati perjalanan dari Jakarta ke Abu Dhabi dengan menggunakan pesawat, (maaf saya lupa berapa lama waktu tempuhnya…red), tibalah kami di bandara di Abu Dhabi. Dan kami harus menunggu sekitar 4-5 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah. Bandara di Abu Dhabi ini adalah bandara yang bagus dan ramai. Tentunya menjadikan saya berkeinginan untuk bekerja di Abu Dhabi. Selama menunggu jadwa berangkat berikutnya, banyak jemaah-jemaah yang tidur, ada yang ngobrol dan ada yang jalan-jalan. Saya pun jalan-jalan di sekitar ruang transit sambil mencari-cari tempat jual makanan. Karena itu waktu hampir jam 2 pagi, kawatir saya bakal masuk angin makanya saya mencari tempat makan dan saya pun mengajak istri saya tapi dia menolak dengan alasan masih kenyang. Akhirnya saya mencari makan sendiri tapi sebelumnya saya menukar mata uang Australia ke Mata Uang UEA.

Saya makan sekitar jam 2 pagi dan saya memesan makanan di MCDonald dengan minumannya Pepsi Cola. Saya menyantapnya sampai habis dan mungkin Cuma saya yang dari jemaah Raudoh makan di sana karena sebagian sudah pada tidur di kursi-kursi ruang transit. Selesai makan di MCDonald dan sekitar kurang lebih satu jam, perut saya merasa tidak enak dan saya akhirnya ke toilet untuk buang air besar dan mencret. Semua isi perut saya dikuras saat itu. Dan setelah saya keluar dari toilet Bandara, masuk lagi karena process pembuangan kotoran dan rasa sakit perut saya belum berakhir juga. Setelah dua atau tiga kali buang air besar, saya menjumpai istri saya untuk minta obat sakit perut. Tapi tentunya yang diterima bukan obat tapi teguran karena tidak menuruti apa yang dikatakan istriku. Tapi untungnya pesawat masih lama berangkat sehingga saya bisa duduk-duduk dahulu menghilangkan rasa sakit perut saya itu. Akhirnya saya merasa kapok untuk meminum Pepsi Cola di pagi hari atau karena sebelumnya saya makan TomYam saat di Jakarta sehingga terjadi kontaminasi antara Cola dengan Tom Yam. Tapi entahlah mana yang benar yang penting saat itu saya tengah menahan rasa sakit perut walaupun sudah diberi minyak angin atau balsam di atas perut saya.

Terus terang saya tidak pernah ada masalah perut saat minum Pepsi Cola karena memang saya sangat suka dengan minuman tersebut apalagi kalau capek berat, yach minumnya Coca Cola. Tapi entah kenapa pas di Abu Dhabi, jadi seperti ini, selah-olah perutku menolak minuman bersoda tersebut.

Saya hanya bisa mengucapkan itiqfar berulang-ulang dan memohon ampun kepada Allah atas kekhilafan yang kuperbuat bilamana aku melakukan kesalahan-kesalahan atas perbuatanku itu dan aku jadi takut meminum minuman bersoda seperti Pepsi Cola. Saya pun hanya bisa meratapi nasib karena kebodohanku akhirnya aku kena sakit perut padahal ini masih awal perjalanan melaksanakan ibadah Haji. Aku pun merasa mungkin aku banyak berdosa sehingga aku diuji dulu oleh Allah. Dan waktu itu aku berharap agar aku bisa segera sembuh dari sakit perut sehingga aku bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik dan lancar. Untunglah walaupun dalam kondisi sakit perut, tapi tidak menghantarkanku untuk kembali ke Toilet.

Akhirnya ketua rombongan kami, Pak Berry meminta kami berkumpul kembali untuk segera masuk ke ruang tunggu pesawat. Tapi itulah saya pikir ruang tunggu pesawat itu hanya berjarak sekitar 100 meter saja tapi tak tahunya jaraknya lebih dari 1 kilometer dari tempat kami menunggu. Dan terpaksalah kami berlari-lari kecil ataupun berjalan dengan cepat agar segera tiba di ruang tunggu tersebut. Tak ayal, kami memerlukan waktu sekitar 20 menit dan untunglah tidak ada satupun jamaah haji yang terpisah dari rombongan

Kami berangkat Haji melalui Agent Perjalanan Haji di Australia yang bernama Raudoh Hajj. Waktu itu ongkos biaya perjalanan haji sekitar AUD$ 8.9000 /orang. Dan Jemaah Haji yang diberangkatkan Agent Haji ini berjumlah 80 orang dan rata-rata yang ikut haji itu orang Indonesia yang tinggal di Australia dimana ada Jemaah Haji dari Perth, Adelaide, Brisbane, Darwin, Melbourne, Sydney dan Canberra. Jemaah Haji Raudoh yang terbanyak berasal dari Sydney. Kalau kami dari Canberra berjumlah 8 orang saja.  Tapi jumlah kami saat itu yang berangkat adalah sekitar 75 orang karena yang 5 orang lagi masih tertahan di Australia
 
Walau perut terasa sakit, tetap saja saya berzikir agar rasa sakit perut saya itu segera hilang. Kadang aku beranggapan bahwa Allah sengaja mensucikan perut saya dari makanan dan minuman haram sebelum masuk ke tana suci Makkah dan Madinah. Tapi hanya Allah lah yang tahu kejadian sebenarnya saat itu.   
  
Setelah kami tiba di areal ruang tunggu untuk keberangkatan ke Madinah, Tak lama kemudian pengumuman boarding naik ke pesawat, Dan kami pun bergerak untuk naik ke Pesawat. Saya lupa berapa lama kami berada dalam pesawat karena waktu itu daya ingat saya sudah berkurang karena akibat menahan rasa sakit perut. Anggap saja perjalanannya sekitar 1 jam dan kami pun tetap menggunakan pesawat Itihaj Airlines.

Note : 
saat berada di Makkah pun saya mencoba minum cola tapi saat meminum satu teguk ada terasa bunyi di dalam perutku dan akhirnya saya memutuskan tidak minum cola selama menunaikan ibadah haji. Mungkin perut saya tidak cocok dengan minuman bersoda saat Haji karena biasanya saya minum coca cola sebelum saya berangkat haji. Karena Coca Cola bikin badan jadi punya energi. (itu coca cola Australia bukan coca cola Indonesia..red)

WUKUF DI ARAFAH SEPERTI DI TAMAN SURGA

Saya mencoba ngeshare lagi pengalaman sewaktu menunaikan ibadah haji tahun 2014 yang lalu dan kali ini cerita mengenai pengalaman sewaktu wu...